MEMANGGIL.CO - Sebuah video viral menunjukkan seorang siswa SD di Medan dihukum dengan cara belajar di lantai oleh wali kelasnya. Diketahui, hukuman tersebut diberikan karena siswa tersebut menunggak pembayaran uang SPP selama tiga bulan.

Dalam video yang direkam oleh orang tua siswa, terlihat anak tersebut duduk di lantai dalam ruang kelas. Orang tua siswa, Kamelia (38), merasa prihatin dan mempertanyakan sikap wali kelas yang membiarkan anaknya belajar di lantai.

Alasan Siswa Dihukum

Kamelia mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/1/2025) dan anaknya sudah duduk di lantai selama tiga hari. Ia menjelaskan bahwa anaknya tidak bisa mengambil rapor karena tunggakan SPP.  Itulah yang menjadi alasan mengapa anaknya tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Memang saya belum melunasi uang SPP, tapi wali kelas membuat peraturan bahwa murid yang belum mengambil rapor tidak bisa mengikuti pelajaran," ujarnya.

Meski merasa kecewa dengan tindakan guru, Kamelia mengaku merasa bersalah karena belum berusaha untuk membayar tunggakan SPP.

Partai Gerindra Sumut Turun Tangan

Kasus ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Partai Gerindra Sumatera Utara.

Ketua DPD Gerindra Sumut, Ade Jona Prasetyo, merasa prihatin dan segera mengunjungi keluarga siswa tersebut. Ia berjanji untuk memberikan beasiswa hingga anak tersebut tamat SMA sebagai bentuk dukungan.

HUT RI

"Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Oleh karena itu, kami akan memberikan beasiswa hingga tamat SMA sebagai bagian dari program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain beasiswa, program ini juga mencakup pemberian makan siang gratis untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia," ujar Jona.

Jona juga menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Gerindra untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia yang membutuhkan.