Sumedang, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus melakukan langkah proaktif dalam menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan penyesuaian kebijakan fiskal dari pemerintah pusat.

Salah satunya dengan melakukan kunjungan pembelajaran ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang Jawa Barat, guna memperdalam pengelolaan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) serta inovasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bupati Blora, H. Arief Rohman menegaskan, penguatan dua sektor tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi daerah, terutama di tengah kebijakan pemotongan dan pengetatan transfer dana dari pusat ke daerah.

“Di tengah efisiensi dan pemotongan dana pusat ke daerah, kita tidak boleh diam. Justru ini menjadi momentum bagi daerah untuk berbenah, memperkuat manajemen ASN dan menggali potensi PAD secara lebih inovatif,” tegas Gus Arief, panggilannya, ditulis Selasa (20/1/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkab Blora bertemu langsung dengan Wakil Rektor IPDN, serta Ihwan Sudrajat, mantan Penjabat (Pj) Bupati Blora yang kini menjabat sebagai salah satu pimpinan strategis di IPDN dan dikenal sebagai ahli ekonomi pemerintahan.

Gus Arief menyampaikan, IPDN dipilih sebagai tujuan pembelajaran karena memiliki pengalaman panjang dalam mencetak kader pemerintahan dan mengembangkan sistem tata kelola birokrasi yang adaptif dan profesional.

“Kami datang ke IPDN untuk belajar langsung praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan ASN yang profesional, adaptif, dan berorientasi kinerja. Selain itu, kami juga ingin memperdalam strategi peningkatan PAD yang realistis dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut Gus Arief, pengelolaan ASN yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan efektivitas pembangunan daerah.

Sate Pak Rizki

Sementara itu, inovasi PAD menjadi kunci agar daerah tidak terus bergantung pada dana transfer pusat.

“Kita ingin ASN Blora semakin berkualitas, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman. Di sisi lain, PAD harus dikelola dengan cara-cara kreatif tanpa membebani masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil dari kunjungan dan diskusi di IPDN Jatinangor ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan daerah, khususnya untuk perbaikan tata kelola ASN dan strategi peningkatan PAD Kabupaten Blora pada tahun 2026.

“Apa yang kami pelajari hari ini tidak berhenti di sini. Insyaallah akan kami tindaklanjuti dalam kebijakan nyata di Blora, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” kata Gus Arief.

Pemkab Blora berharap, sinergi dan transfer pengetahuan dengan IPDN dapat memperkuat fondasi birokrasi daerah, sekaligus mendorong kemandirian fiskal yang lebih kuat di masa mendatang.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemkab Blora untuk terus menghadirkan pemerintahan yang profesional, efektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.