Tuban, MEMANGGIL.CO – Polres Tuban mulai turun tangan mengusut dugaan kelalaian prosedur yang memicu insiden keracunan makanan pada belasan siswa SMP Negeri 1 Montong, Kabupaten Tuban. Dimana, belasan pelajar tersebut diduga mengalami keracunan usai menyantap menu ikan pindang goreng dalam program Makam Bergizi Gratis (MBG).
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, menegaskan pihak kepolisian telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi kejadian guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami arahkan untuk melakukan cek tempat kejadian perkara,” tegas AKP Bobby panggilan akrabnya.
Turunnya polisi ini menyusul insiden keracunan yang menimpa belasan siswa setelah mengonsumsi menu MBG, program prioritas Presiden Prabowo Subianto, pada Selasa (27/1/2016).
Para siswa mengalami gejala mual dan gatal-gatal, hingga harus dilarikan ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
Terkait itu, di sinyalir minimnya pengawasan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban terhadap keamanan dan higienitas makanan dalam program MBG pun kembali menjadi sorotan serius. Sebab, kasus keracunan makanan serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah hukum Tuban.
Namun hingga kini, persoalan tersebut seolah terus berulang tanpa evaluasi menyeluruh. Ironisnya, meski kejadian ini kembali memakan korban pelajar, Dinkes Tuban justru terkesan bungkam alias menutupi persoalan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban, drg. Roikan, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden keracunan yang menimpa siswa SMPN Montong.
Kejadian bermula saat para siswa menerima menu MBG yang didistribusikan dari dapur atau SPPG di Desa Montong Sekar, kecamatan setempat. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, sayur asam, pindang goreng, tempe, dan buah jeruk.
Tak lama setelah menyantap makanan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual dan gatal-gatal.
Dugaan sementara mengarah pada ikan pindang yang tidak higienis sebagai pemicu utama keracunan. Akibatnya, para siswa harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas.
“Sampel makanan sedang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tuban,” jelas Kepala Puskesmas Montong, Tri Wahyuningrum.
Lebih lanjut, pihak puskesmas mencatat sementara terdapat 14 siswa yang dirawat, terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, sekaligus menguatkan desakan publik agar pengawasan terhadap program MBG benar-benar diperketat demi keselamatan pelajar.