Tuban, MEMANGGIL.CO – Komitmen Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban untuk mengungkap penyebab dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa pelajar SMP Negeri 1 Montong, kembali meleset.
Hingga Minggu (1/2/2026), faktor utama pemicu keracunan belum juga diumumkan ke publik alias kasus masih buram.
Sebelumnya, Satgas MBG bersama Dinkes Tuban berjanji akan menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium pada Sabtu (31/1/2026).
Namun, janji tersebut tak kunjung terealisasi. Tidak ada penjelasan resmi yang disampaikan, meski kasus ini menyangkut keselamatan pelajar.
Sekretaris Dinkes P2KB Tuban, dr. Atiek Supartiningsih, saat dikonfirmasi terkait hasil uji laboratorium, enggan memberikan keterangan rinci. Ia berdalih masih perlu melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak laboratorium dan Satgas MBG.
“Akan kami koordinasikan dengan laboratorium dan Satgas MBG,” ujarnya singkat.
Sikap serupa juga ditunjukkan saat ditanya mengenai dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam proses pengolahan makanan MBG. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinkes belum memberikan jawaban terkait aspek pengawasan dan higienitas dapur penyedia.
Padahal, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mitra Yayasan Bumi Wali itu bertanggung jawab penuh atas distribusi menu MBG yang diduga menjadi pemicu keracunan.
Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 14 siswa SMPN 1 Montong harus dilarikan ke Puskesmas Montong untuk mendapatkan perawatan medis.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa keracunan terjadi pada Selasa (27/1/2026) usai para siswa menyantap menu MBG berupa nasi putih, sayur asam, pindang goreng, tempe, dan buah jeruk.
Tak lama setelah makan, sejumlah siswa mengeluhkan mual, pusing, hingga gatal-gatal.
Dugaan sementara mengarah pada ikan pindang yang disajikan dalam kondisi tidak higienis. Namun, tanpa keterbukaan hasil laboratorium, penyebab pasti keracunan masih menjadi tanda tanya besar.