MEMANGGIL.CO - Pasar emas memasuki fase menunggu dan waspada. Menjelang perdagangan besok, harga emas diperkirakan bergerak stabil dengan kecenderungan menguat tipis, seiring investor memilih menahan posisi sambil membaca arah ekonomi global yang belum sepenuhnya jelas.

Alih-alih euforia, pasar saat ini diwarnai sikap “wait and see”. Ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global dan fluktuasi dolar AS membuat emas kembali dilirik sebagai aset penyeimbang, bukan sekadar alat spekulasi. Kondisi ini menjaga harga emas tetap bertahan di level tinggi, meski ruang kenaikannya belum terlalu lebar.

Di dalam negeri, harga emas batangan diprediksi bergerak terbatas namun solid. Nilai tukar rupiah menjadi faktor kunci. Jika rupiah melemah, harga emas lokal berpeluang naik lebih cepat. Sebaliknya, penguatan rupiah berpotensi menahan laju kenaikan, meski tekanan penurunan diperkirakan relatif terbatas karena permintaan fisik masih terjaga.

Menariknya, minat beli emas dari masyarakat belum surut. Emas masih dianggap sebagai “parkiran aman” di tengah harga kebutuhan pokok yang belum sepenuhnya stabil dan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi ini membuat harga emas cenderung sulit turun tajam, meski pasar global bergerak volatil.

Sate Pak Rizki

Analis mengingatkan, pergerakan harga emas besok kemungkinan lebih banyak dipengaruhi sentimen jangka pendek. Investor disarankan tidak terburu-buru mengambil keputusan, terutama bagi pemburu cuan harian, karena perubahan arah pasar bisa terjadi dengan cepat.