Blora, MEMANGGIL.CO – Di balik hutan jati yang membentang di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tersembunyi sebuah gua eksotis yang tak hanya memikat secara geologi, tetapi juga sarat kisah mistis. Goa Terawang, demikian masyarakat menyebutnya, dikenal sebagai “gua bercahaya” karena sinar matahari bisa menembus celah alami di bagian atas gua, menciptakan pendar cahaya dramatis di dalam ruang batuan kapur yang megah.

Namun, keindahan itu bukan satu-satunya daya tarik. Di balik stalaktit dan stalagmit yang menjulang, beredar mitos-mitos lama yang masih dipercayai sebagian warga sekitar.

Cahaya yang Dianggap Tanda Gaib

Nama “Terawang” konon berasal dari kondisi gua yang memiliki lubang-lubang alami di langit-langitnya. Saat pagi dan siang hari, cahaya matahari masuk membentuk sorotan terang di tengah kegelapan. Fenomena ini oleh sebagian masyarakat dahulu diyakini sebagai “cahaya petunjuk” atau pertanda keberadaan makhluk halus penunggu gua.

Cerita turun-temurun menyebutkan bahwa cahaya tersebut bukan sekadar pantulan alam, melainkan simbol kehadiran kekuatan gaib yang menjaga kawasan itu. Meski kini penjelasan ilmiah menyebutnya sebagai fenomena alam biasa akibat struktur karst, kisah mistis itu tetap hidup dalam ingatan warga.

Mitos Penunggu dan Pantangan

Sejumlah warga sekitar meyakini Goa Terawang memiliki “penunggu”. Konon, pengunjung yang bersikap tidak sopan atau berkata kasar di dalam gua akan mengalami kejadian aneh, seperti tersesat atau mendengar suara misterius.

Ada pula pantangan yang dipercaya, seperti larangan mengambil batu atau merusak ornamen gua. Jika dilanggar, diyakini pelakunya akan mendapat “teguran” berupa sakit atau kesialan. Cerita-cerita ini berkembang dari mulut ke mulut dan menjadi bagian dari kearifan lokal untuk menjaga kelestarian alam.

Sate Pak Rizki

Jejak Pertapaan dan Cerita Leluhur

Selain mitos penunggu, Goa Terawang juga sering dikaitkan dengan kisah pertapaan tokoh sakti pada masa lampau. Beberapa warga percaya gua tersebut pernah menjadi tempat semedi atau ritual spiritual. Meski tidak ada bukti sejarah tertulis yang kuat, narasi ini mempertegas aura sakral yang melekat pada lokasi tersebut.

Antara Mitos dan Wisata

Kini, Goa Terawang dikenal sebagai destinasi wisata alam unggulan di Blora. Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat mengelola kawasan tersebut sebagai objek wisata edukatif berbasis geologi dan konservasi.

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos yang beredar, cerita-cerita itu justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati keindahan stalaktit dan stalagmit raksasa, tetapi juga untuk merasakan sensasi misteri yang menyelimuti gua.

Goa Terawang pun berdiri sebagai perpaduan antara keajaiban alam dan kearifan lokal. Di tengah modernitas, mitos yang tersembunyi di dalamnya tetap menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Blora sebuah kisah yang terus hidup, diterangi cahaya yang menembus langit-langit batu kapur.***