Surabaya, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 3.791 jamaah dan petugas telah kembali ke Tanah Air melalui 10 kelompok terbang (kloter) atau sekitar 9 persen dari total jamaah serta petugas yang direncanakan pulang melalui Debarkasi Surabaya.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya hingga Rabu (0/06/2026) mencatat total jamaah dan petugas yang direncanakan kembali melalui Debarkasi Surabaya berjumlah 44.000 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 43.237 jamaah, 160 Petugas Haji Daerah (PHD), 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU), serta 463 petugas yang tergabung dalam 116 kloter.
Hingga kedatangan Kloter 10, jumlah jamaah yang telah kembali mencapai 3.723 orang, terdiri dari 1.817 laki-laki dan 1.906 perempuan.
Selain itu, telah tiba 18 PHD, 10 PIH KBIHU, serta 40 petugas kloter, sehingga total jamaah dan petugas yang telah dipulangkan mencapai 3.791 orang.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam mengatakan, bahwa operasional pemulangan jamaah hingga hari ketiga berjalan dengan baik berkat sinergi seluruh unsur pelayanan yang terlibat.
“Alhamdulillah, proses pemulangan jamaah haji hingga Kloter 10 berjalan tertib dan lancar. Seluruh layanan di Asrama Haji Kelas I Surabaya terus dioptimalkan untuk memastikan jamaah mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar sejak tiba di Tanah Air hingga kembali ke daerah masing-masing,” jelas Mohammad As’adul Anam.
Dari aspek ketepatan waktu penerbangan, tercatat tujuh kloter tiba tepat waktu, sementara tiga kloter mengalami keterlambatan.
PPIH Debarkasi Surabaya terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, otoritas bandara, serta instansi terkait guna menjaga kelancaran proses pemulangan jamaah.
Selama proses debarkasi hingga Kloter 10 tercatat sembilan mutasi keluar, yang terdiri atas lima jamaah wafat di Arab Saudi,dua jamaah sakit di Arab Saudi, serta dua kursi kosong (seat kosong).
Sementara jumlah open seat pada fase pemulangan hingga saat ini tercatat sebanyak sembilan kursi.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat masih terdapat dua jamaah yang belum dapat dipulangkan bersama kloternya karena masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi.
Kedua jamaah haji tersebut, Abdul Djala (67 tahun), kloter 1 asal Kabupaten Probolinggo yang masih menjalani perawatan di RS Al-Noor akibat penyakit diabetes.
Kemudian Mohammad Dzikri Muiz (65 tahun), kloter 4 asal Kabupaten Probolinggo yang masih menjalani perawatan di RS Jeddah karena kanker.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi jamaah yang masih dirawat di Arab Saudi melalui koordinasi intensif dengan petugas kesehatan dan perwakilan haji Indonesia. Kami berharap seluruh jamaah yang sedang menjalani perawatan segera pulih dan dapat dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan sehat,” ujar Mohammad As’adul Anam.
Pada musim haji tahun ini, jamaah termuda Debarkasi Surabaya tercatat atas nama Novelia Madinatun Nur Haffifi (13 tahun) asal Kabupaten Bondowoso yang tergabung dalam Kloter 86.
Sementara jamaah tertua adalah Marsiyah Salim (104 tahun) asal Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 112.
PPIH Debarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah selama proses pemulangan berlangsung, mulai dari penerimaan kedatangan di bandara, pelayanan di Asrama Haji Kelas I Surabaya, hingga proses kepulangan jamaah menuju daerah asal masing-masing.