Surabaya, MEMANGGIL.CO — PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bersama PT Medco Cahaya Geothermal (PT MCG)  menandatangani Berita Acara Serah Terima Aset Special Facilities (BA STASF) di Sidoarjo, Selasa, 11 Agustus 2026.  

Penandatanganan ini menjadi momentum penting dalam pengoperasian infrastruktur ketenagalistrikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen Unit #1 di Banyuwangi. 

Melalui serah terima ini, PLN UIT JBM memegang hak pengelolaan dan pengoperasian atas 83 tower transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV PLTP Ijen-Banyuwangi serta 2 bay line di Gardu Induk (GI) 150kV Banyuwangi.  

Infrastruktur ini berfungsi menyalurkan energi listrik ramah lingkungan berbasis panas bumi ke dalam jaringan kelistrikan PLN. 

PLTP Ijen Unit #1 yang dikelola oleh PT MCG sendiri memiliki kapasitas daya sebesar 34 megawatt (MW) dan menjadi salah satu penopang utama pengembangan energi bersih di wilayah Jawa Timur. 

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan pengoperasian penuh aset transmisi ini merupakan komitmen PLN untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT). 

"Serah terima 83 tower transmisi ini bukan sekadar penanda selesainya tahapan proyek, tetapi juga awal tanggung jawab PLN UIT JBM untuk memastikan pengoperasian dan pemeliharaan berjalan optimal. Keandalan jaringan adalah kunci agar energi bersih dari PLTP Ijen dapat tersalurkan secara aman dan berkelanjutan,"  kata Ika dalam keterangan resminya, Kamis, 13 Agustus 2026. 

Ia menjelaskan, proses pembangunan infrastruktur special facilities ini merupakan hasil kolaborasi panjang antara PLN dan PT MCG yang telah dimulai sejak November 2024 melalui tahapan kick-off meeting. Proyek kemudian mencapai tahap Commercial Operation Date (COD) pada Februari 2025, hingga akhirnya secara resmi diserahterimakan pada Agustus 2026. 

Direktur Utama PT MCG, Femi Firsadi Sastrena, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terbangun dengan PLN.  

Menurutnya, peran aktif PLN sangat krusial dalam mempercepat penyelesaian proyek hingga dapat memasuki tahap pengelolaan aset. 

"Kami mengapresiasi kerja sama yang sangat baik dari PLN. Sinergi ini diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung pengembangan potensi energi panas bumi dan transisi energi bersih di Indonesia," ujar Femi. 

Ia menilai, masuknya pasokan listrik dari PLTP Ijen ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional mempertegas langkah nyata PLN dan para pelaku industri dalam mempercepat bauran energi terbarukan.  

" Hal ini juga menjadi bagian dari upaya penyediaan energi listrik yang tangguh, ramah lingkungan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Femi.