Sumedang, MEMANGGIL.CO -Upaya menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba atau HALINAR terus dilakukan Lapas Kelas IIB Sumedang.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui razia gabungan bersama TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Razia tidak hanya menyasar kamar hunian warga binaan, tetapi juga disertai pemeriksaan urine secara acak untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di dalam lapas.
Kegiatan penggeledahan dipimpin Pelaksana Harian Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Plh Ka.KPLP) Ikko. Petugas menyisir seluruh kamar di Blok Hunian A dan B serta Blok Wanita.
Kekuatan personel gabungan cukup besar. Razia melibatkan 15 personel Yonif 301 Prabu Kian Santang, satu peleton Brimob Polda Jawa Barat, 25 personel Sat Samapta Polres Sumedang, serta 15 petugas BNN.
120 Warga Binaan Jalani Tes Urine
Di tengah penggeledahan kamar hunian, BNN melakukan tes urine secara acak terhadap 120 warga binaan.
Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif narkoba.
Tak hanya itu, dari hasil penyisiran kamar hunian, petugas juga tidak menemukan barang terlarang yang menonjol selama razia berlangsung.
Bagi jajaran Lapas Sumedang, hasil tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif.
“Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran handphone dan narkoba,” tegas Ikko saat penggeledahan berlangsung.
Sinergi TNI, Polri, dan BNN
Kalapas Sumedang Bima Ganesha Widyadarma mengapresiasi sinergi TNI, Polri, dan BNN dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, razia gabungan ini menjadi bukti komitmen Lapas Sumedang mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberantas narkoba di lingkungan lapas.Razia berlangsung aman dan kondusif.