Surabaya, MEMANGGIL.CO — Pascagempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pakar Seismologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Kadek Hendrawan Palgunadi, ST MSc PhD mengimbau masyarakat dan petugas di lapangan untuk tetap waspada terhadap gempa susulan selama 14 hari ke depan.

Peneliti Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS ini mengatakan, aftershock merupakan proses penyesuaian sesar-sesar kecil di sekitar patahan utama.

"Jika diasumsikan gempa utamanya magnitudo 7,7 kemarin, secara statistik akan ada minimal tiga kali gempa magnitudo 6," ujar dosen Departemen Teknik Geofisika ITS tersebut, Selasa (18/08/2026). 

Menurutnya, gempa yang terjadi di NTT, Sumatera Utara (Sumut) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam waktu berdekatan tidak saling terkait. Ketiganya bersumber dari sesar berbeda. 

"Gempa secara beruntun umumnya terpicu apabila bersumber dari gempa megathrust dengan magnitudo lebih dari 8," jelasnya.

Kadek merinci, gempa Flores dipicu Sesar Flores Back-Arc Thrust yang membentang dari daratan Flores hingga utara Bali. 

"Sesar ini memiliki potensi magnitudo maksimal 7,8," katanya. 

Ia meminta relawan dan warga terdampak melakukan asesmen fisik bangunan sebelum kembali ke rumah. Jika masih ada retakan, warga disarankan tetap di tempat evakuasi yang aman.

"Ini bagian dari komitmen ITS mendukung SDGs poin 11, menciptakan permukiman yang tangguh terhadap ancaman gempa," pungkas Kadek.