Surabaya, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 30 pelajar tingkat SMA sederajat dari berbagai daerah di Jawa Timur unjuk kreativitas dalam lomba kaligrafi kontemporer yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur.

Kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan seni Islami di kalangan generasi muda. Para peserta datang dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk menunjukkan kemampuan mengolah ayat keagamaan menjadi karya kaligrafi yang memiliki nilai estetika.

Perwakilan panitia sekaligus Deputi Direktur Bank Indonesia Jawa Timur, Agung Budi Laksono, mengatakan persiapan teknis lomba telah dilakukan bersama dewan juri.

Pembahasan tersebut dilakukan untuk memastikan mekanisme perlombaan dan penilaian berjalan secara adil, objektif serta memiliki standar yang jelas.

Menurut Agung, aspek penilaian menjadi perhatian penting karena lomba tidak hanya mengutamakan keindahan karya. Ketepatan penulisan ayat keagamaan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan oleh setiap peserta.

Panitia menghadirkan dua juri yang dinilai memiliki kompetensi di bidang kaligrafi, yakni Ustaz Sulaikan dan Ustaz Muhammad Yasfin Hanani. Keduanya turut memberikan penjelasan kepada peserta mengenai sejumlah aspek teknis yang menjadi dasar dalam proses penjurian.

Dalam sesi dialog, para juri menjelaskan bahwa ketepatan penulisan ayat dan kualitas estetika menjadi bagian utama yang diperhatikan dalam menilai karya. Peserta dituntut mampu memadukan aspek keagamaan dengan kreativitas visual dalam format kaligrafi kontemporer.

"Keputusan akhir sepenuhnya diserahkan kepada dewan juri yang paling memahami aspek keagamaan dan estetika kaligrafi. Format dan kategori ini disepakati untuk dipertahankan guna menjaga konsistensi penilaian di tingkat regional," kata Agung di sela-sela diskusi, Jumat (25/9/2026).

Kategori yang diperlombakan dalam ajang tersebut adalah kaligrafi kontemporer dengan format penulisan satu ayat secara utuh dan lengkap. Ketentuan tersebut menjadi salah satu standar yang harus dipenuhi peserta dalam menghasilkan karya.

Sebanyak 30 peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari berbagai wilayah Jawa Timur. Mereka antara lain merupakan perwakilan dari Jombang, Pasuruan, Gresik, Malang, Lumajang, Bangkalan, Sidoarjo hingga Surabaya.

Surabaya dan Sidoarjo menjadi wilayah dengan jumlah peserta yang cukup menonjol karena berada di kawasan sekitar lokasi kegiatan. Selain itu, peserta juga datang dari sejumlah daerah lain sehingga kompetisi tersebut menghadirkan keberagaman perwakilan pelajar dari berbagai wilayah Jawa Timur.

Panitia mencatat sebaran peserta tersebut sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan. Data tersebut juga akan menjadi salah satu pertimbangan dalam merancang kegiatan serupa agar jangkauan dan partisipasi generasi muda dalam pengembangan seni Islami dapat terus diperluas.

Setelah seluruh rangkaian perlombaan dan penjurian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi di area pameran karya. Sejumlah karya peserta kemudian menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para pelajar.

Sementara itu, pengumuman pemenang akan dilakukan setelah seluruh proses penilaian akhir diselesaikan oleh dewan juri. Hasil penjurian dan tindak lanjut kegiatan selanjutnya akan disampaikan secara resmi oleh panitia.

Melalui lomba tersebut, BI Jawa Timur tidak hanya memberikan ruang bagi pelajar untuk berkompetisi, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas melalui seni yang memiliki nilai keagamaan dan budaya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengenal lebih dekat seni kaligrafi kontemporer.