Surabaya, MEMANGGIL.CO - Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi ekonomi dan keuangan syariah, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen baru.
Bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), keberadaan stan pameran dalam gelaran tersebut menjadi salah satu momentum untuk membawa produk lokal masuk ke ruang promosi yang lebih luas. Karena itu, muncul dorongan agar kegiatan serupa tidak hanya hadir sekali dalam setahun.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat tersebut adalah Fatmawati, pemilik jenama busana muslim asal Surabaya, Cik Hijab Shop. Ia memanfaatkan FESyar Jawa 2026 untuk memperkenalkan berbagai koleksi busana muslim yang diproduksi dengan melibatkan tenaga lokal.
“Seluruh koleksi Cik Hijab dikerjakan oleh penjahit lokal serta melibatkan warga sekitar, termasuk dalam proses detail seperti pemasangan payet. Event seperti Fesyar sangat membantu kami memfasilitasi pemasaran produk,” kata Fatmawati saat ditemui MEMANGGIL.CO di sela pameran, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, pameran secara langsung memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berinteraksi dengan calon konsumen. Pengunjung yang datang ke area festival dapat melihat produk secara langsung sebelum memutuskan melakukan pembelian.
Selama tiga hari penyelenggaraan, stan Cik Hijab Shop turut didatangi pengunjung yang datang ke area pameran. Sebagian pengunjung disebut menyempatkan diri mampir setelah mengikuti berbagai agenda FESyar yang berlangsung di lokasi.
Fatmawati menilai pola semacam ini penting bagi pelaku UKM karena promosi tidak hanya berlangsung melalui media digital. Pertemuan langsung antara produk dan calon pembeli tetap menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus membuka peluang transaksi.
Namun, ia juga melihat masih ada ruang evaluasi dari sisi jumlah pengunjung. Menurut Fatmawati, antusiasme masyarakat pada penyelenggaraan tahun ini dirasakan belum sebesar dua gelaran sebelumnya.
Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi bahan evaluasi terutama terkait strategi promosi. Semakin luas masyarakat mengetahui keberadaan event, semakin besar pula peluang pelaku usaha mendapatkan calon konsumen baru.
Di sisi lain, FESyar Jawa 2026 memang dirancang bukan semata sebagai pameran produk. Bank Indonesia mencantumkan showcase UMKM, business matching, edukasi, seminar, talkshow serta berbagai agenda lain sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar pada 25–27 September 2026 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 270 UMKM syariah tercatat terlibat. Bank Indonesia juga melaporkan komitmen business matching pembiayaan mencapai Rp37,6 miliar, meningkat dibandingkan Rp29,66 miliar pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa ruang pertemuan antara pelaku usaha, calon pembeli, lembaga pembiayaan dan mitra bisnis dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM syariah.
Bagi Fatmawati, keberlanjutan ruang promosi seperti itu menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ia berharap event ekonomi syariah dapat dibuat lebih berkala sehingga pelaku usaha memiliki lebih banyak kesempatan untuk memasarkan produk dan memperluas jaringan.
“Selain itu, para peserta berharap event serupa dapat diselenggarakan lebih berkala, yakni satu hingga dua kali dalam setahun, dengan mempertahankan konsep pameran di dalam ruangan (indoor),” pungkas Fatmawati.
Harapan tersebut sekaligus menempatkan FESyar bukan hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi sebagai ruang yang dapat terus mempertemukan produk lokal dengan pasar.
Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang terlibat, keberadaan event semacam ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas. Terlebih, FESyar Jawa 2026 sendiri menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.