Surabaya, MEMANGGIL.CO - Kesibukan sebagai pesepak bola profesional tak membuat bek Persebaya Surabaya, Koko Ari Araya, mengesampingkan pendidikan. Pemain kelahiran Surabaya, 9 Januari 2000, itu resmi menyandang gelar Sarjana Manajemen setelah menuntaskan kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).

Koko mengikuti prosesi Wisuda ke-55 Umsura pada Sabtu (31/10/2026). Ia berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), tepat waktu setelah menjalani perkuliahan selama empat tahun.

Momen kelulusan itu terasa istimewa karena agenda akademik Koko tidak membuatnya lepas dari kewajiban sebagai pemain profesional. Seusai wisuda, ia masih harus kembali menjalani sesi latihan bersama Persebaya.

“Ini momen yang cukup penting bagi saya. Setelah empat tahun berkuliah, akhirnya bisa sampai di titik ini. Bahkan, setelah acara wisuda, siang harinya saya masih harus mengikuti pelatihan,” kata Koko.

Koko mengaku keberhasilannya membagi waktu antara pendidikan dan sepak bola tidak lepas dari dukungan dosen serta tenaga kependidikan Umsura. Ia merasa pihak kampus memahami kesibukannya sebagai atlet profesional.

“Saya sangat bersyukur memiliki dosen dan staf kampus yang memahami kondisi saya sebagai atlet profesional. Selama proses perkuliahan, saya banyak dibantu dan diberikan kemudahan,” ujarnya.

Pilihan mengambil jurusan Manajemen juga bukan tanpa alasan. Koko mengaku tertarik pada dunia bisnis dan ingin menyiapkan masa depan setelah kariernya sebagai pesepak bola berakhir.

“Saya memang tertarik di bidang bisnis. Setelah selesai bermain sepak bola, saya ingin terjun ke dunia bisnis. Keluarga istri saya juga memiliki latar belakang bisnis. Itu yang membuat saya tertarik mengambil Manajemen,” paparnya.

Tak sekadar ingin menjadi pelaku usaha, Koko juga memiliki cita-cita membangun bisnis bersama istrinya sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

Menurutnya, ilmu manajemen yang dipelajari selama kuliah bahkan memiliki keterkaitan dengan profesinya saat ini. Pengetahuan tersebut dinilai berguna untuk memahami pengelolaan nutrisi dan pola hidup sehat demi menjaga performa sebagai atlet.

Koko menegaskan, pendidikan menjadi bekal penting bagi seorang atlet yang memiliki masa karier terbatas. Karena itu, ia ingin memastikan masa depan tetap dipersiapkan sejak masih aktif bermain.

“Pendidikan sangat penting bagi saya sebagai atlet yang notabene memiliki karier terbatas. Melalui pendidikan, kita bisa belajar dan mempersiapkan apa yang harus dilakukan setelah tidak lagi menjadi atlet,” terangnya.

Ia pun berharap pengalamannya bisa menjadi motivasi bagi atlet lain agar tidak menjadikan kesibukan olahraga sebagai alasan untuk meninggalkan pendidikan.

“Saya percaya pendidikan dan karier olahraga dapat berjalan beriringan jika mampu mengatur waktu dan menjaga komitmen,” pungkasnya.