Rembang, MEMANGGIL.CO - Keterbatasan fasilitas olahraga di Kabupaten Rembang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Bupati Rembang, Harno, berharap perusahaan swasta, termasuk PT Djarum, ikut ambil bagian dalam membangun dan meningkatkan kualitas sarana olahraga untuk masyarakat.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Rembang dinilai masih membutuhkan fasilitas olahraga yang lebih representatif, baik untuk menunjang aktivitas masyarakat maupun mendukung pembinaan atlet agar mampu bersaing di berbagai kompetisi.

Bupati Harno secara terbuka menyampaikan harapan itu saat menghadiri penyerahan simbolis 16 rumah hasil renovasi PT Djarum di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Harno mengapresiasi kontribusi PT Djarum yang selama ini telah memberikan perhatian terhadap pembangunan di Kabupaten Rembang.

Selain mendirikan fasilitas produksi yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal, perusahaan tersebut juga ikut berkontribusi memperindah kawasan Museum R.A. Kartini.

Namun, Harno berharap kontribusi perusahaan tidak berhenti pada sektor ekonomi dan pelestarian kawasan bersejarah. Dukungan terhadap pembangunan fasilitas olahraga juga dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Rembang ini masih butuh tempat-tempat olahraga. Di Kudus paling jos, nah di belakangnya ada Djarum. Maka dengan pertemuan ini, Rembang berharap ke depan bisa diperhatikan,” ungkap Harno.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemkab Rembang membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta untuk mempercepat peningkatan infrastruktur olahraga daerah.

PT Djarum Masih Prioritaskan Fasilitas Olahraga Kudus

Menanggapi harapan Bupati Rembang, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih memprioritaskan pengembangan fasilitas olahraga di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, kebutuhan pengembangan fasilitas olahraga di Kudus sendiri masih cukup besar. Bahkan, dalam penyelenggaraan event terakhir, kapasitas tempat yang tersedia belum mampu menampung seluruh penonton.

Meski demikian, Achmad tidak menutup kemungkinan adanya kerja sama dengan Pemkab Rembang untuk mendukung pengembangan fasilitas olahraga pada masa mendatang.

“Kita memang masih memprioritaskan Kudus. Di sana pun event terakhir kemarin tempatnya belum mampu menampung semua penonton. Tapi ke depan, siapa tahu kita kerja sama dengan Pemkab Rembang,” tuturnya.

GOR Kedungrejo Jadi Sorotan, Stadion Krida Bakal Direhabilitasi

Kebutuhan peningkatan fasilitas olahraga di Rembang memang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Kabupaten Rembang sebenarnya telah memiliki Gelanggang Olahraga (GOR) di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rembang. Fasilitas tersebut selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan dan kompetisi olahraga, mulai pencak silat, bola voli, tenis meja hingga sejumlah cabang olahraga lainnya.

Namun, kondisi sarana dan prasarana GOR dinilai belum sepenuhnya memadai untuk menunjang kebutuhan kegiatan olahraga secara optimal. Di sisi lain, Pemkab Rembang telah menyiapkan langkah pembenahan infrastruktur olahraga milik daerah.

Pada akhir 2026, pemerintah daerah berencana melakukan rehabilitasi Stadion Krida Rembang. Tidak berhenti di situ, pada 2027 mendatang stadion tersebut juga direncanakan dilengkapi fasilitas jogging track.

Pembenahan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang aktivitas olahraga masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik di Kabupaten Rembang.

Pemkab Rembang pun berharap peningkatan sarana olahraga tidak hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah daerah. Keterlibatan perusahaan swasta dan berbagai pemangku kepentingan dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan dalam mempercepat pembangunan.

Dengan fasilitas olahraga yang lebih layak dan representatif, Rembang diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet sejak dini, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, serta membuka peluang penyelenggaraan event olahraga berskala lebih besar.