MEMANGGIL.CO - Kebudayaan Indonesia, khususnya di pulau Jawa, memiliki banyak permainan tradisional yang masih dilestarikan hingga kini, salah satunya dikenal sebagai dolanan anak.
Dolanan anak penting untuk kembali diangkat, terutama karena permainan modern yang cenderung antisosial sudah marak di kalangan anak-anak. Di antara berbagai dolanan anak, salah satu yang dimainkan dengan iringan lagu adalah Cublak-Cublak Suweng.
Lirik Cublak-cublak Suweng
Cublak-cublak suwengBaca juga: Rekam Jejak 5 Pejabat Tuban Kompak Ganti Nomor Ponsel, Ternyata Orang Kepercayaan Bupati
Suwenge teng gelenter
Mambu ketundhung gudel
Pak empo lera-lere
Sopo ngguyu ndhelikake
Sir sir pong dele kopong
Artinya
Cublak-cublak suwengSuwengnya (antingnya) jatuh bertebaran
Baca juga: Wapres Gibran Minta Pemkab Tuban Benahi Pengelolaan Pasar
Tercium aroma dikejar anak kerbau
Pak empo miring-miring
Siapa tertawa menyembunyikan
Diam, diam, ternyata kedelai kosong
Baca juga: Mahasiswa Soroti MBG di Blora, HMI Sebut Ada Persoalan Serius dari Menu hingga Standar Dapur
Meskipun tampak sederhana, tetapi lagu dolanan Cublak-cublak suweng memiliki makna mendalam dan kaya akan nilai-nilai moral. Lirik lagu ini merupakan bagian dari karya sastra Jawa yang digunakan anak-anak sebagai sarana bermain.
Perlu diketahui, lagu dolanan seperti ini sebenarnya menjadi media pembelajaran dan membantu anak mengembangkan aspek psikologis sebagai persiapan menuju kehidupan dewasa.
Lagu ini sendiri adalah warisan budaya yang konon berasal dari masa Walisongo, para penyebar agama Islam di Jawa. Dari sudut pandang budaya, lagu Cublak-Cublak Suweng mengajarkan anak untuk tidak menuruti hawa nafsu, menjaga keharmonisan dengan alam, sesama manusia, dan orang tua.
Editor : Ma'rifah Nugraha