Pesan Moral dalam Lagu Dolanan Cublak-Cublak Suweng

Reporter : Ma'rifah Nugraha
Ilustrasi anak (Memanggil.co/Freepik)

MEMANGGIL.CO - Kebudayaan Indonesia, khususnya di pulau Jawa, memiliki banyak permainan tradisional yang masih dilestarikan hingga kini, salah satunya dikenal sebagai dolanan anak.

Dolanan anak penting untuk kembali diangkat, terutama karena permainan modern yang cenderung antisosial sudah marak di kalangan anak-anak. Di antara berbagai dolanan anak, salah satu yang dimainkan dengan iringan lagu adalah Cublak-Cublak Suweng.

Lirik Cublak-cublak Suweng

Cublak-cublak suweng

Baca juga: Didukung Pokir DPRD Sumbar, Musala Darul Taqwa SMAN 1 Guguak Diresmikan

Suwenge teng gelenter

Mambu ketundhung gudel

Pak empo lera-lere

Sopo ngguyu ndhelikake

Sir sir pong dele kopong

Artinya

Cublak-cublak suweng

Suwengnya (antingnya) jatuh bertebaran

Baca juga: Cara Mudah Cek Bansos Januari 2026, Bisa Lewat Website dan Aplikasi Resmi Kemensos

Tercium aroma dikejar anak kerbau

Pak empo miring-miring

Siapa tertawa menyembunyikan

Diam, diam, ternyata kedelai kosong

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Jawa Tengah, Senin 12 Januari 2026: Hujan Petir dan Angin Kencang Masih Berpotensi Meluas

Meskipun tampak sederhana, tetapi lagu dolanan Cublak-cublak suweng memiliki makna mendalam dan kaya akan nilai-nilai moral. Lirik lagu ini merupakan bagian dari karya sastra Jawa yang digunakan anak-anak sebagai sarana bermain.

Perlu diketahui, lagu dolanan seperti ini sebenarnya menjadi media pembelajaran dan membantu anak mengembangkan aspek psikologis sebagai persiapan menuju kehidupan dewasa.

Lagu ini sendiri adalah warisan budaya yang konon berasal dari masa Walisongo, para penyebar agama Islam di Jawa. Dari sudut pandang budaya, lagu Cublak-Cublak Suweng mengajarkan anak untuk tidak menuruti hawa nafsu, menjaga keharmonisan dengan alam, sesama manusia, dan orang tua.

Editor : Ma'rifah Nugraha

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru