Jakarta, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong pemanfaatan potensi minyak dan gas bumi yang dimiliki daerahnya agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat terkait pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor energi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Blora, H. Arief Rohman, yang akrab disapa Gus Arief, saat bertemu Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas berbagai peluang pengembangan sektor energi di Kabupaten Blora, termasuk optimalisasi potensi minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan daerah di kawasan perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur.
“Kami banyak berdiskusi tentang potensi minyak dan gas di Blora serta pengembangan sumber daya alam yang ada agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Gus Arief, ditulis Senin (9/3/2026).
Menurutnya, pengembangan sektor energi tidak hanya menyangkut eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal dapat berperan aktif dalam industri migas.
Selain menjabat sebagai Bupati Blora, Gus Arief juga diketahui merupakan Wakil Ketua Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET). Melalui posisi tersebut, ia mendorong agar sinergi antara daerah penghasil migas, pemerintah pusat, serta pelaku industri dapat semakin diperkuat.
Ia bahkan berharap Kepala BPH Migas dapat berkunjung langsung ke wilayah Cepu guna melihat secara langsung potensi energi yang dimiliki Blora sekaligus membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak.
“Kita ingin pendekatan dari sisi SDM. Kabupaten penghasil migas akan kita undang, termasuk KKKS minyak dan gas, agar nantinya bisa bersinergi bersama dalam pengembangan sektor energi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menilai Kabupaten Blora memiliki potensi energi yang besar dan dapat menjadi salah satu kekuatan pembangunan daerah jika dikelola secara optimal.
“Blora memiliki sumber energi yang besar. Kami berharap potensi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Blora,” ujar Wahyudi.
Ia menjelaskan bahwa salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperluas pemanfaatan gas bumi melalui program jaringan gas rumah tangga (jargas).
Program tersebut dapat didorong melalui dukungan pemerintah pusat, baik melalui skema pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun kebijakan lain yang memungkinkan Blora menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan jaringan gas.
Selain itu, Wahyudi juga menyoroti pentingnya memanfaatkan sumber daya manusia lokal yang memiliki kompetensi di sektor energi, salah satunya lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu.
Menurutnya, lulusan lembaga pendidikan tersebut memiliki kemampuan yang cukup mumpuni untuk terlibat dalam berbagai kegiatan di sektor migas, termasuk dalam tugas monitoring dan evaluasi distribusi energi.
“Sebagian lulusan tahun 2026 berpotensi dilibatkan untuk membantu kegiatan monitoring dan evaluasi penyaluran BBM bersubsidi maupun program kompensasi negara,” jelasnya.
Dengan potensi energi yang dimiliki, Wahyudi optimistis Kabupaten Blora memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat pengembangan energi di tingkat regional.
Energi gas, kata dia, tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga kebutuhan industri.
“Blora pasti bisa maju. Energinya sudah tersedia dan dapat didistribusikan ke berbagai sektor, baik untuk masyarakat, UMKM, maupun industri yang membutuhkan gas,” pungkasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Blora juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi energi yang dimiliki daerah tersebut.
Salah satunya dengan mengajukan usulan kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia terkait pemanfaatan lahan seluas sekitar 1.300 hektare di kawasan Cemoro Modang, tepatnya di wilayah Pos DX, agar dapat dialihfungsikan menjadi kawasan industri berbasis gas.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi baru sekaligus memperkuat posisi Blora sebagai salah satu daerah penghasil energi penting di Indonesia.
Sebagai informasi, Kabupaten Blora memiliki cadangan gas yang cukup besar, di antaranya berasal dari Blok Gundih serta sejumlah potensi gas lainnya yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.