MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, telah memberikan keterangan kepada awak media terkait anggaran program makan bergizi gratis (MBG) bakal menelan APBD Blora 2025 hingga puluhan miliar.
Sebelumnya, pihak yang pertama kali melontarkan keterangan tersebut adalah Bappeda Blora yang kini bertransformasi menjadi Bapperida Blora.
Baca juga: Polemik MBG Blora Berlanjut, SPPG Jepon 1 Seso Sebut Banyak Dapur Belum Miliki IPAL
Seperti diketahui juga, bahwa secara teknis yang melaksanakan MBG adalah Badan Gizi Nasional. Itu artinya pelaksanaannya tidak melibatkan pemerintah daerah alias tidak cawe-cawe. Dengan kata lain, pemerintah daerah hanya diminta support anggaran saja.
Kata Gus Fahim
Menanggapi bahasan ini, Anggota DPRD Blora periode 2024-2029 belum bisa berkomentar. Hal ini lantaran belum ada bahasan bersama dengan eksekutif selaku dinas teknis pengguna anggaran."Saya belum bisa menjawab lebih karena dalam mengetahui detail terkait informasi ini," ujar Anggota Komisi D DPRD Blora, H. Ahmad Fahim Mulabby alias Gus Fahim pada Memanggil.co, Sabtu (4/1/2024).
Baca juga: Indonesia Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global, OJK Optimis Fondasi Domestik Kuat
Disinggung kaitan kapan program tersebut akan dilaksanakan maksimal, juga diakuinya belum tahu. Hal ini lantaran koordinasi dengan pihak legislatif dan eksekutif belum ada rapat untuk membahas perihal program MBG di Kabupaten Blora.
"Terkait dapur sehat saya juga belum tahu. Untuk agenda mengecek dapur sehat mungkin kita rapat dulu dengan dewan atau menunggu instruksi dari ketua dewan Komisi D," ungkapnya.
Pesantren Bakal Dilibatkan?
Lebih lanjut, Gus Fahim mengaku sebatas mendengar bahwa nantinya program MBG akan melibatkan pesantren. Hanya saja kaitan ini, belum pernah ada pihak-pihak yang koordinasi.Baca juga: Berikut Nama-nama "Bani Mas'ud": Satu Keluarga Kuasai Kursi Strategis di Kaltim
"Saya dengar pesantren akan dilibatkan tapi sampai sekarang belum ada koordinasi sama sekali terkait teknisnya gimana dan lain-lain," ujarnya.
"Saya berharap program itu masuk ke pesantren karena kita kan juga lembaga pendidikan, kita kan juga rakyat," imbuhnya menandaskan.
Editor : Redaksi