MEMANGGIL.CO – Kabupaten Blora mendapat kesempatan langka untuk menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Fasilitas Pengembangan Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT) pada 2024.
Adapun empat desa di Blora dipilih sebagai lokasi program ini, yakni Desa Ngampel, Desa Bangsri, Desa Plosorejo, dan Desa Mojorembun.
Dinas PMD Mendukung Penuh Implementasi Desa Inklusif
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh implementasi dari program ini.Baca juga: Ateng Sopyan Sabet Gelar Juara Nasional HGI City Cup 2026
“Kami percaya bahwa program ini akan membantu menciptakan pemerintahan desa yang lebih inklusif dan akuntabel. Dengan adanya keterlibatan semua elemen masyarakat, baik kelompok rentan maupun mayoritas, pembangunan di desa bisa lebih merata dan berkeadilan,” ujar Yayuk, ditulis Jumat (31/1/2025).
Baca juga: Tragedi Laka Kerja di Penggilingan Padi Tuban, Pekerja Tewas Diduga Terkait K3 Lemah
Menurut Yayuk, program ini bertujuan untuk menciptakan pemerintahan desa yang lebih akuntabel dan inklusif. Melalui program ini, ia berharap desa-desa di Blora dapat menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas sosial, di mana semua elemen masyarakat dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan.
Pesan Dinas PMD Blora
Lebih lanjut, Yayuk berpesan untuk mengajak kelompok-kelompok yang selama ini terpinggirkan, seperti penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan desa.Baca juga: Pemkab Tuban Kucurkan Rp9,6 Miliar untuk Bangun Puskesmas
"Pesan saya untuk desa yang terpilih menjalankan program ini, tolong berikan ruang bagi mereka (kelompok terpinggirkan) agar dapat bersuara dan memperjuangkan hak serta kepentingan mereka," tegasnya.
Editor : Redaksi