Tuban, MEMANGGIL.CO – Polemik dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Tuban kian memanas. 

Ratusan buruh yang bekerja di proyek tersebut melakukan aksi mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap upah yang disebut belum dibayarkan selama hampir satu bulan.

Aksi mogok kerja terjadi di kawasan proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, pada Senin pagi (3/8/2026).

Para pekerja mengaku kecewa karena keluhan mereka belum mendapat kepastian penyelesaian. Mereka menilai persoalan tersebut belum memperoleh respons yang memadai dari pihak pelaksana proyek, maupun instansi terkait.

Pantauan para pekerja yang telah datang dengan membawa perlengkapan kerja memilih menghentikan aktivitas dan berkumpul di salah satu ruangan proyek. 

Mereka menunggu kejelasan dari perwakilan PT Waskita Karya terkait pembayaran upah yang hingga kini belum diterima.

"Ya, tadi kabarnya ada itu (mogok kerja). Rencana juga akan demo infonya," ujar salah seorang pekerja.

Hingga berita ini ditulis, Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban dari PT Waskita Karya, Agus Saputra, belum memberikan tanggapan terkait aksi mogok kerja maupun dugaan keterlambatan pembayaran upah para pekerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid, sebelumnya menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan keterlambatan pembayaran upah pekerja proyek tersebut.

"Untuk Sekolah Rakyat mungkin Pak Kadinsos dapat memberikan klarifikasi. Sampai dengan saat ini belum ada laporan pekerjaan," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur Sub Korwil Tuban, Erny Kartikasari. Ia mengaku belum dapat melakukan penanganan karena belum ada laporan resmi yang masuk.

"Belum ada laporan ke saya. Jadi belum bisa menjawab sebelum kami konfirmasi," ujarnya, Minggu (2/8/2026).

Keluhan Buruh Viral di Media Sosial

Persoalan ini sebelumnya mencuat setelah akun Facebook bernama Kang Arie mengunggah keluhan di salah satu grup media sosial masyarakat Tuban.

Dalam unggahannya, ia membagikan foto dan video kondisi pembangunan Sekolah Rakyat yang saat itu masih dalam proses penyelesaian.

Kang Arie mengaku bekerja sebagai tenaga borongan pemasangan keramik. Ia menyebut pekerjaan telah diselesaikan untuk mengejar target proyek, namun pembayaran upah justru mengalami keterlambatan.

"Ijin post min, masak proyek segini besar banyak upah tukang molor belum terbayar, mulai tukang borongan hingga tukang harian," tulisnya.

Ia juga mengaku pembayaran upah telah tertunda hingga memasuki pekan keempat bahkan hampir lima pekan.

"Molor hingga minggu keempat, hampir minggu kelima gaji masih belum dibereskan," keluhnya.

Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari warganet yang meminta persoalan tersebut segera diselesaikan.

Proyek PT Waskita Karya Molor

Sebagai informasi, proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tuban sebelumnya juga menjadi perhatian publik karena mengalami keterlambatan penyelesaian.

Berdasarkan kontrak awal, proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya itu ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026. Namun, pelaksana proyek mengajukan addendum perpanjangan waktu hingga 25 Juli 2026.

Keterlambatan tersebut berdampak pada mundurnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan proses pembelajaran siswa baru. Saat ini, para siswa telah mulai menempati gedung Sekolah Rakyat, meski sejumlah pekerjaan konstruksi di kawasan proyek masih terlihat berlangsung.

Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban merupakan bagian dari Program Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur I yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026.

Paket pekerjaan senilai sekitar Rp1,1 triliun itu mencakup pembangunan Sekolah Rakyat di lima daerah, yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Jombang.