Pati, MEMANGGIL.CO - KH Abdul Ghaffar Rozin, yang akrab disapa Gus Rozin, merupakan ulama yang tumbuh dan mengabdikan diri di lingkungan pesantren Kajen, Margoyoso, Pati.

Ia lahir dari keluarga besar pesantren sebagai putra pasangan KH Mochammad Djamaluddin Ahmad, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin, Tambakberas, Jombang, dan Nyai Hj Khuriyah Abdul Fattah.

Melalui jalur ayahnya, Gus Rozin memiliki hubungan yang kuat dengan tradisi keilmuan dan keluarga besar Pesantren Tambakberas.

Sementara itu, hubungan nasab Gus Rozin dengan keluarga besar Denanyar berasal dari garis ibunya. Nyai Hj Khuriyah Abdul Fattah merupakan putri KH Abdul Fattah Hasyim dan Nyai Hj Musyarofah.

Adapun Nyai Hj Musyarofah adalah putri KH Bisri Syansuri, pendiri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, sekaligus salah seorang tokoh penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama.

Dengan demikian, melalui garis maternal tersebut, Gus Rozin merupakan cicit KH Bisri Syansuri.

Selain mewarisi nasab keluarga pesantren Tambakberas dan Denanyar, perjalanan kehidupan serta pembentukan keilmuan Gus Rozin tidak dapat dipisahkan dari Pesantren Maslakul Huda, Kajen.

Sejak kecil, ia diasuh dan dididik oleh KH MA Sahal Mahfudh bersama Nyai Hj Nafisah Sahal. Nyai Nafisah merupakan saudara kandung Nyai Hj Khuriyah, sehingga secara biologis adalah bibi Gus Rozin.

Kedekatan keluarga tersebut mempertemukan Gus Rozin dengan tiga mata rantai tradisi pesantren: Tambakberas sebagai jalur keluarga dari pihak ayah, Denanyar sebagai jalur nasab dari pihak ibu, dan Kajen sebagai lingkungan pengasuhan, pendidikan, serta pengabdian keilmuannya.

Pertautan ketiga tradisi tersebut menempatkan Gus Rozin tidak hanya sebagai penerus kepengasuhan Pesantren Maslakul Huda Kajen, tetapi juga sebagai pewaris nilai-nilai keilmuan, perjuangan, dan pengabdian keluarga besar pesantren Tambakberas dan Denanyar.

Silsilah ini memperlihatkan bahwa perjalanan intelektual dan kepemimpinan Gus Rozin terbentuk dari perpaduan nasab pesantren, pendidikan keagamaan, pengabdian sosial, serta tradisi perjuangan Nahdlatul Ulama.