MEMANGGIL.CO – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora terbilang aktif mendampingi desa dalam pengembangan inovasi dan pengelolaan Dana Desa.
Kepala Dinas PMD Blora, Yayuk Windrati, mengatakan bahwa pendampingan aktif yang dilakukan bertujuan agar inovasi di desa wilayahnya dapat meningkatkan pelayanan publik dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
Baca juga: Momen Lebaran 1447 H, Volume Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Tembus 652.692 Pengguna
“Kami berperan dalam pendampingan aktif untuk memastikan program inovasi desa berjalan sesuai tujuan dan Dana Desa digunakan dengan efektif,” ujar Yayuk, ditulis Jumat (1/2/2025).
Yayuk menjelaskan bahwa penggunaan Dana Desa harus sesuai dengan perencanaan yang matang dan tepat sasaran, untuk mewujudkan program-program yang bermanfaat. Salah satu fokus utamanya ialah mengoptimalkan pengelolaan Dana Desa agar dapat mendukung program inovasi jangka panjang.
Baca juga: KAI Wisata Pilihan Favorit Penumpang di Masa Angkutan Lebaran 2026
Selain itu, Dinas PMD Blora juga memfasilitasi desa dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami mendorong desa untuk mengembangkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat di pemerintahan desa, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Baca juga: Polisi Bongkar Motif Pemuda Tuban Ancam Bunuh Ayah hingga Aniaya Adik
Adapun beberapa desa di Blora telah mengalokasikan anggaran untuk Posyantekdes dan modal BUMDesa sebagai bentuk investasi dalam pengembangan inovasi desa yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADesa).
Sebagai contoh, pendampingan wisata Noyo Gimbal oleh BUMDesa Maju Mapan di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon. Kemudian pendampingan sederet BUMDes di Desa Plosorejo meliputi simpan pinjam, toko, tower, dsb. Kemudian pendampingan BUMDesa Sambongrejo ketika menuju legalitas berbadan hukum.
Editor : Redaksi