MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora sedang mempersiapkan skema pendirian Sekolah Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Bagi yang ingin jadi guru atau tenaga pengajar, silahkan bersiap. Barangkali berpeluang.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengungkapkan bahwa rencananya program Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora akan ada di dua titik lokasi.
Baca juga: Momen Lebaran 1447 H, Volume Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Tembus 652.692 Pengguna
"Di Kecamatan Cepu dan Jepon,” ungkap Gus Arief, panggilannya, ditulis Rabu (9/4/2025).
Sebagai orang nomor satu di kota lahirnya tokoh Samin Surosentiko, pihaknya siap memfasilitasi pendirian Sekolah Rakyat.
Diakui Gus Arief, hal ini sangat membantu untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan yang layak.
"Ini sejalan dengan program kita pengentasan kemiskinan,” ujarnya, yang belum menjelaskan secara gamblang kapan Sekolah Rakyat ditargetkan sudah berdiri.
Gus Arief yang juga alumni Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora ini berharap, anak-anak di daerah yang dipimpinnya tidak putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Baca juga: KAI Wisata Pilihan Favorit Penumpang di Masa Angkutan Lebaran 2026
"Semua harus mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujar santri yang jadi Bupati Blora ini.
Putra pertama KH Ali Muhdlor ini pun kemudian berencana membentuk tim percepatan program Sekolah Rakyat dan berkoordinasi lebih intensif.
"Ini agar segera menyusun surat pengantar usulan Sekolah Rakyat ke Pemerintah Pusat," kata trah Pondok Pesantren An-Nur, Seren, Banjarejo, Blora ini.
Baca juga: Polisi Bongkar Motif Pemuda Tuban Ancam Bunuh Ayah hingga Aniaya Adik
Lebih lanjut, Gus Arief yang juga menjelaskan bahwa dalam realisasinya, Sekolah Rakyat akan didirikan dengan tiga pendekatan.
Yakni, dengan memanfaatkan bangunan yang sudah ada, merenovasi aset lama, atau membangun dari nol di lahan seluas 5-10 hektare.
’’Seluruh biaya pendidikan di Sekolah Rakyat akan ditanggung sepenuhnya oleh negara,” ucapnya.
Editor : Redaksi