Perempuan Lansia Blora yang Tenggelam di Bengawan Solo Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas hingga Jawa Timur

Reporter : Abdul Sobirin
Tim gabungan ketika memantau dari atas jembatan Bengawan Solo. (Foto: Abdul Sobirin/Memanggil.co)

Blora, MEMANGGIL.CO - Upaya pencarian terhadap seorang perempuan lanjut usia (lansia) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, wilayah Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, masih terus dilakukan hingga Selasa (14/1/2026) malam.

Hingga pencarian dihentikan sementara, korban belum ditemukan dan diduga kuat terseret arus ke arah hilir.

Peristiwa ini merupakan kelanjutan dari kejadian tragis yang sebelumnya telah diberitakan Memanggil.co. Korban dilaporkan hanyut saat berada di sekitar aliran Bengawan Solo, dengan kondisi debit air sungai yang meningkat diduga menjadi faktor utama korban terseret arus deras.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Blora, relawan kebencanaan, aparat TNI-Polri, perangkat desa, serta warga setempat dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik rawan sepanjang aliran Bengawan Solo, terutama di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi korban terdampar.

Sekitar pukul 18.00 WIB, BPBD Blora menerima laporan dari warga yang sedang memancing di sekitar sungai. Warga tersebut mengaku melihat sesosok tubuh terbawa arus dengan ciri mengenakan pakaian bercorak hitam. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi yang dilaporkan.

“Tim gabungan langsung melakukan pemantauan dari atas jembatan serta menyisir sisi kanan dan kiri sungai, khususnya di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Agung Tri, Koordinator TRC BPBD Blora di lokasi pencarian.

Agung Tri menambahkan, setelah menerima informasi dari warga Desa Nogong, tim meningkatkan intensitas pencarian hingga malam hari. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh dengan harapan korban dapat ditemukan di sekitar titik yang dilaporkan.

“Informasi kami terima sekitar pukul 18.00 WIB. Pencarian dan pemantauan dilakukan hingga pukul 21.00 WIB. Namun sampai malam hari, korban belum berhasil ditemukan,” jelasnya.

Derus arus Bengawan Solo serta keterbatasan jarak pandang pada malam hari menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Mengingat arah aliran sungai menuju wilayah Jawa Timur, tim gabungan juga melakukan koordinasi lintas daerah dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa ke wilayah hilir.

“Apabila korban belum ditemukan di wilayah Blora, kami akan berkoordinasi dengan BPBD Bojonegoro untuk memperluas area pencarian,” tegas Agung Tri.

Lebih lanjut, BPBD Blora mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar Sungai Bengawan Solo, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat debit air sungai meningkat.

Warga juga diminta segera melapor apabila melihat benda atau tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban.

Pencarian direncanakan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya dengan memperluas radius penyisiran, serta menyesuaikan strategi pencarian berdasarkan kondisi arus sungai dan cuaca.

Editor : Ahmad Adirin

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru