Jejak Kejayaan Lama Karang Taruna Plosorejo Blora dan Tantangan Pemuda Hari Ini

Reporter : Winda Cahya Rofikho
Akhmad Muslih (Kades Plosorejo sekarang), saat menjadi pembawa acara kegiatan Karang Taruna Tunas Harapan, Desa Plosorejo, di masa lalu. (Foto: Dok. Pribadi/Memanggil.co)

Blora, MEMANGGIL.CO - Di Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, nama Karang Taruna Tunas Harapan pernah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan desa. Jauh sebelum istilah dana desa akrab di telinga masyarakat, organisasi kepemudaan ini tumbuh dan bergerak dengan satu modal utama, yakni gotong royong dan semangat berjuang bersama.

Seiring waktu, kisah itu mulai memudar dari ingatan generasi muda. Padahal, pada kurun 2008 hingga 2011, Karang Taruna Plosorejo berada pada fase paling aktif dan berpengaruh dalam kehidupan sosial desa. Masa tersebut tak lepas dari peran Ahmad Adirin, yang kala itu menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Tunas Harapan.

Di bawah kepemimpinannya, Karang Taruna tidak sekadar menjadi pelengkap struktur desa. Organisasi ini menjelma motor penggerak berbagai kegiatan sosial, keagamaan, hingga olahraga berskala besar.

“Kami pernah menggelar turnamen voli antarkecamatan. Enam kecamatan ikut, acaranya jalan hampir tiga minggu penuh,” kenang Ahmad Adirin kepada awak media, Jumat (27/2/2026).

Aktivitas Karang Taruna kala itu tidak berhenti pada olahraga. Sejumlah pengurus juga terlibat sebagai takmir masjid dan menginisiasi kegiatan keagamaan secara mandiri, seperti pengajian akbar dalam rangka peringatan 1 Muharram.

Selain itu, kerja bakti bersih-bersih makam yang digelar rutin setiap bulan menjadi agenda tetap. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Karang Taruna Plosorejo mampu menginisiasi kegiatan desa yang menghadirkan Bupati dan Wakil Bupati Blora pada masanya.

Logo Karang Taruna Tunas Harapan, Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. (Foto: Dok. Pribadi/Memanggil.co)

Jejak kontribusi itu masih terasa hingga kini. Identitas visual organisasi yang digunakan saat ini pun lahir pada periode tersebut.

“Logo Karang Taruna Tunas Harapan Desa Plosorejo yang dikenal sekarang itu, dulu di era kami yang mengonsep,” ujarnya.

Yang membuat cerita kejayaan ini kian bermakna, seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlangsung tanpa sokongan anggaran desa. Ahmad Adirin menegaskan, saat itu belum ada dana desa sebagaimana yang dikenal sekarang.

“Dulu belum ada dana desa, tapi kami tetap bisa menggerakkan organisasi dan menghadirkan kegiatan yang besar dan bermakna bagi masyarakat,” tuturnya.

Semua bergerak atas dasar kebersamaan. Para pemuda menyumbang tenaga, pikiran, bahkan dana pribadi. Solidaritas dan rasa memiliki menjadi energi utama yang menjaga Karang Taruna tetap hidup dan berpengaruh di tengah masyarakat.

Waktu berjalan, estafet kepemimpinan pun berpindah. Sejak 2012, Ahmad Adirin sekarang berdomisili di Kecamatan Jepon. Sementara itu, Karang Taruna Plosorejo kini berada di tangan generasi baru yang menghadapi realitas berbeda.

Pengurus Karang Taruna Tunas Harapan, Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, di era generasi Z. (Memanggil.co/Ist)

Ali Anwar, salah satu pengurus aktif Karang Taruna Desa Plosorejo saat ini, mengungkapkan bahwa organisasi tetap berupaya menjaga eksistensi dan keterlibatan dalam berbagai program desa. 

Karang Taruna kini terlibat dalam kegiatan Posyandu anak, PIK Remaja, hingga program Koperasi Desa Merah Putih.

“Kita selalu diundang kalau ada musyawarah desa. Mungkin belum bisa memberikan kontribusi besar, tapi kita selalu dilibatkan,” ujarnya.

Meski tetap hadir sebagai representasi pemuda dalam forum musyawarah desa, ruang gerak Karang Taruna saat ini dihadapkan pada tantangan baru. Keterbatasan anggaran, perubahan minat generasi muda, serta tuntutan zaman menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama.

Perjalanan Karang Taruna Plosorejo menjadi cermin perubahan wajah kepemudaan desa. Dari era idealisme dan gotong royong murni, hingga masa kini yang menuntut adaptasi, profesionalisme, dan keberlanjutan program.

Namun satu hal tetap sama, yakni semangat mencintai desa. Sejarah membuktikan bahwa kejayaan Karang Taruna Plosorejo tidak ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, melainkan oleh tekad, kebersamaan, dan keberanian pemudanya untuk bergerak.

Kini, tantangan itu menanti generasi berikutnya, apakah warisan semangat lama mampu diterjemahkan ke dalam konteks zaman yang terus berubah, atau justru tinggal sebagai cerita kejayaan masa lalu.

  • Cek Jejak digital Karang Taruna Plosorejo Era Belum Ada Dana Desa: 

>>> Klik Karang Taruna Tunas Harapan, Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora

 

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru