Blora, MEMANGGIL.CO - Sore itu, langit Blora tampak cerah. Angin berembus lembut menyapu jalanan kota, seolah ikut menyambut deru mesin Vespa yang mulai berbaris rapi di kawasan Blok T wilayah setempat.
Di antara puluhan pengendara dengan jaket komunitas dan helm klasik, tampak sosok yang tak asing bagi warga, Arief Rohman Bupati Blora, yang akrab disapa Gus Arief.
Akhir pekan itu, Sabtu sore (28/2/2025), ia memilih melepas atribut formal jabatannya. Tanpa jarak, tanpa protokoler berlebihan, Gus Arief membaur bersama komunitas Pecinta Vespa Blora dalam kegiatan rolling ngabuburit mengitari wilayah perkotaan.
Mengendarai Vespa klasik berwarna hijau, ia melaju pelan mengikuti iring-iringan. Rute dimulai dari Blok T Blora dan berakhir di Taman Budaya Cepu.
Sepanjang perjalanan, warga yang melintas tampak antusias menyaksikan konvoi santai itu. Beberapa melambaikan tangan, sebagian lainnya mengabadikan momen dengan ponsel mereka.
Tak sekadar riding sore hari, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi lintas generasi. Puluhan pecinta Vespa dari yang berusia muda hingga yang telah puluhan tahun setia dengan motor klasiknya, ikut ambil bagian.
Mereka menyusuri sejumlah ruas jalan utama dengan tetap mengutamakan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
“Sabtu sore ini kita manfaatkan untuk silaturahmi. Mumpung cuaca cerah, kita rolling bersama teman-teman pecinta Vespa Blora,” ujar Gus Arief di sela kegiatan, wajahnya sumringah.
Baginya, komunitas bukan sekadar tempat menyalurkan hobi. Ia melihatnya sebagai simpul sosial, ruang persaudaraan yang hidup dan mengakar di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Blora, tegasnya, terbuka terhadap berbagai komunitas selama membawa semangat kebersamaan dan kegiatan positif.
“Komunitas adalah bagian dari kehidupan sosial masyarakat Blora. Pemerintah tentu mendukung kegiatan yang positif dan tertib,” jelasnya.
Lebih jauh, Gus Arief berharap komunitas Vespa dapat menjadi mitra dalam membangun daerah. Ia menyebutnya sebagai “pasukan kebaikan”, sebuah metafora untuk kekuatan kolektif warga yang bergerak bersama demi kemajuan.
“Saya berharap teman-teman pecinta Vespa bisa menjadi bagian dari pasukan kebaikan kita. Mari bersama-sama membangun Blora agar semakin maju, semakin baik, dan semakin membanggakan,” ungkapnya penuh optimisme.
Menurutnya, pembangunan tak selalu lahir dari ruang rapat atau forum resmi. Ia percaya, kemajuan daerah juga tumbuh dari kebersamaan, dari obrolan santai di atas jok Vespa, dari sapaan hangat di jalanan kota.
“Blora dibangun bukan hanya lewat program formal, tetapi juga lewat kebersamaan warganya. Jika masyarakat rukun, kreatif, dan saling mendukung, pembangunan akan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kehadiran langsung sang bupati pun mendapat apresiasi dari komunitas. Catur, perwakilan Pecinta Vespa Blora, mengaku terkesan dengan sikap Gus Arief yang benar-benar menyatu tanpa sekat.
“Kami sangat mengapresiasi beliau. Tidak hanya hadir, tetapi benar-benar ikut rolling bersama kami. Ini menunjukkan pemimpin yang mau menyatu dengan warganya,” ujar Catur.
Bagi komunitas Vespa, motor klasik itu hanyalah pengikat awal. Nilai yang dijaga jauh lebih dalam yakni persaudaraan, keselamatan berkendara, dan solidaritas sosial.
“Vespa bukan sekadar motor klasik. Yang kami jaga adalah persaudaraan, saling menghargai di jalan, dan solidaritas antaranggota,” katanya.
Rolling santai itu berakhir tertib tanpa insiden. Iring-iringan Vespa melaju pelan hingga garis akhir, menyisakan senyum dan cerita. Sesekali, Gus Arief menyapa warga di tepi jalan, gestur sederhana yang terasa hangat.
Editor : Abdul Rohman