Surabaya, MEMANGGIL.CO - Tim peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan inovasi Strip Test Kit pendeteksi kandungan minyak babi yang praktis dan ekonomis.
Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab kekhawatiran dan keraguan akan keamanan kandungan halal haram bahan baku pada setiap makanan yang dikonsumsi.
Berkat inovasi dari hasil penelitian yang dipimpin Dr rer nat Ruri Agung Wahyuono ST MT bersama sejumlah peneliti dari Pusat Studi Halal ITS, termasuk Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD. ini, pengecekan kandungan minyak babi bisa dilakukan tanpa harus menggunakan metode deteksi berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) atau teknologi elektrokimia.
"Alat inovasi ini dirancang mirip dengan setrip pengecek pH pada air yang praktis tanpa harus melalui pengecekan laboratorium yang rumit. Alat ini menggunakan prinsip perubahan warna berbasis material nano," jelas Ruri, Jumat (29/05/2026).
Bersama dengan timnya, Ruri menerangkan bahwa eksperimen dilakukan untuk mendapatkan formula reagen yang sensitif terhadap kandungan minyak babi pada makanan.
Produk inovasi ini dikembangkan dengan teknik deteksi berbasis optis, yakni sinyal optis perubahan warna.
“Jadi akan terjadi perubahan warna dari reagen akibat bereaksi secara kimia dengan kandungan minyak yang ditarget,” ujar Ruri.
Ke depannya, Ruri bersama tim berencana untuk terus melakukan pengembangan alat ini. Tidak hanya sebatas mendeteksi kandungan minyak babi, ia ingin alat ini juga mampu mendeteksi berbagai kandungan pemicu alergi.
“Tidak hanya terbatas halal dan haram, bahan pemicu alergi lainnya juga akan kami kembangkan dengan metode kolorimetri yang sama, hanya saja formulasi reagen dan katalisnya berbeda,” terang dosen Departemen Teknik Fisika ITS ini.
Dengan kemudahan yang ditawarkan pada alat ini, Ruri berharap para muslim traveler dan orang-orang dengan alergi memiliki kendali dalam memastikan keamanan konsumsi makanannya di mana saja.
"Ini pun dapat menjadi salah satu cara agar masyarakat secara umum bisa menikmati hidangan kuliner Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan aman," ucapnya.
Ruri berkomitmen untuk dapat melakukan produksi material hingga alat deteksi ini secara mandiri.
Hal ini bertujuan mendukung ekosistem entrepreneurial university dan menekan ketergantungan pada sumber dari luar.
Sebab, nantinya saat siap didistribusikan di pasaran harga setrip pendeteksi kandungan minyak babi ini diperkirakan Rp 10 ribu per setrip yang dapat digunakan untuk sekali tes.
“Harga jual akan lebih rendah lagi jika alat ini berhasil diproduksi dalam skala yang lebih besar,” ujarnya.
Hasil inovasi yang dikembangkan Ruri bersama tim ini turut mendukung pencapaian dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Terutama SDGs poin ke-3 tentang Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera, poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, serta poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.