Di Tengah Kemiskinan Tuban, Elpiji Langka: Pertamina Sebut Ada Dugaan Penimbunan

Reporter : Redaksi
Kondisi antrean warga Tuban untuk mendapatkan tabung gas elpiji 3 kilogram. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO — Persoalan kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten Tuban membuat warga semakin terdampak ketika kebutuhan pokok seperti tabung gas elpiji 3 kilogram mulai langka dan harganya melambung tak wajar pada beberapa hari terakhir ini.

PT Pertamina Patra Niaga menilai kelangkaan ini tidak semata-mata akibat lonjakan konsumsi, tetapi ada dugaan penimbunan serta penggunaan elpiji di luar peruntukan.

Baca juga: Awal Konser Sesumbar Pengawasan Ketat, Sepekan BPKPAD Tuban Belum Transparan Soal Pajak Tiket Cerita Nada

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyampaikan pihaknya telah menambah suplai melebihi kondisi normal. Namun, tambahan itu belum mampu memenuhi kebutuhan warga.

“Secara suplai sudah kami tambah lebih dari normal. Kalau murni peningkatan konsumsi seharusnya bisa mencukupi. Tapi indikasi barang sudah ditambah namun masyarakat masih kekurangan, ada potensi penimbunan atau penggunaan di luar peruntukan,” ujar Ahad, Selasa (7/4/2026).

Untuk mengatasi kelangkaan, Pertamina kembali menyalurkan tambahan sekitar 12 ribu tabung elpiji 3 kilogram. Meski begitu, warga tetap harus antre berjam-jam demi mendapatkan gas subsidi tersebut.

Melihat adanya kejanggalan di lapangan, Pertamina mendorong keterlibatan lintas sektor, termasuk aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah daerah, untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.

“Perlu peran aktif lintas sektor. Dari sisi suplai kami sudah menyiapkan tambahan. Kalau ada kejanggalan di lapangan, mohon diinformasikan juga kepada APH atau pemkab setempat,” tegas Ahad.

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Percepatan Fasilitas Kesehatan Posyandu dan Transparansi Kuota Sekolah Rakyat

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban, Gunadi, enggan berkomentar banyak terkait dugaan penimbunan. Ia menegaskan pihaknya lebih fokus menjaga distribusi agar tetap kondusif bagi masyarakat.

“Intinya kami bersama semua pihak terkait akan fokus mengambil langkah-langkah untuk membuat situasi lebih kondusif,” ujarnya.

Meski kelangkaan masih terjadi di beberapa pangkalan, Gunadi menegaskan ketersediaan elpiji 3 kilogram di Tuban secara umum masih aman. Pemerintah daerah rutin memantau stok, distribusi, dan harga hingga ke pangkalan, termasuk pada hari libur.

Baca juga: Pemkab Tuban Tegaskan Kabar KPK Ambil Dokumen di PUPR dan LPSE Tidak Benar

“Koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga terus dilakukan, dan camat dilibatkan untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Jika ada kekosongan, segera dilaporkan agar bisa ditangani cepat,” tambahnya.

Gunadi juga mengingatkan pangkalan agar tidak menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun menyalurkan gas tidak sesuai ketentuan. Pelanggaran akan dikenai sanksi tegas, termasuk penghentian pasokan.

Di sisi lain, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penimbunan elpiji. Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam, belum menanggapi konfirmasi mengenai langkah pengawasan distribusi gas subsidi di wilayah Tuban.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru