Surabaya, MEMANGGIL.CO — PT PLN (Persero) mematangkan langkah untuk memperkuat keandalan pasokan listrik bagi salah satu konsumen industri terbesarnya, PT Gudang Garam Tbk.  

Fokus utama penataan infrastruktur kelistrikan ini berpusat pada rencana relokasi Gardu Induk (GI) berkapasitas 70 kiloVolt (kV) yang menjadi jantung pasokan operasional pabrik rokok tersebut. 

Pembahasan progres relokasi ini dibahas intensif dalam pertemuan manajemen puncak kedua perusahaan di Kantor Pusat PT Gudang Garam Tbk, Kediri.  

Upaya peningkatan infrastruktur ini mendesak dilakukan guna menjamin kelangsungan lini produksi skala besar Pabrik rokok ternama telah telah sepenuhnya bergantung pada daya listrik PLN. 

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Ika Sudarmaja, mengungkapkan, relokasi infrastruktur tegangan tinggi ini menjadi poin krusial yang memerlukan perhatian bersama guna mengantisipasi dinamika operasional ke depan. 

"Kami fokus pada progres relokasi Gardu Induk 70 kV ini agar pasokan listrik tetap andal. Di sisi lain, PLN juga menampung masukan terkait kebutuhan skema layanan baru yang lebih adaptif bagi sektor industri di tengah tantangan bisnis saat ini," kata Ika dalam keterangan resminya, Senin,.6 Juli 2026. 

Sate Pak Rizki

Selain penataan gardu induk, agenda tersebut sebagai perluasan kerja sama baru. PT Gudang Garam Tbk akan mengadopsi kendaraan listrik (EV) guna mendukung operasional ramah lingkungan di area perusahaan. 

Direktur Produksi PT Gudang Garam Tbk, Andik Wahyudi, menyampaikan  sejauh ini pasokan daya dari PLN berjalan stabil dan sesuai dengan ekspektasi perusahaan.  

Pihaknya berharap kolaborasi ini berlanjut lewat skema-skema komersial baru yang mampu menjaga efisiensi bisnis manufaktur. 

Merespons hal tersebut, manajemen PLN Pusat mengungkapkan, akan menjadikan masukan dari para pelaku industri sebagai basis utama dalam pengembangan teknologi dan adaptasi layanan kelistrikan nasional, sekaligus mendukung percepatan transisi energi di sektor industri.