Surabaya, MEMANGGIL.CO - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menerapkan kebijakan khusus pada menu sajian selama penerbangan agar lebih ramah di lambung dan menjaga kesehatan jemaah.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf mengatakan kesiapan konsumsi menjadi perhatian utama pada pelaksanaan haji tahun ini.
"Pemerintah memastikan makanan yang disajikan aman dan nyaman dikonsumsi oleh jemaah lansia maupun yang memiliki masalah pencernaan," terang Menteri Irfan Yusuf usai melakukan meal test atau pengecekan kualitas makanan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (17/04/2026).
Kesiapan konsumsi menjadi perhatian utama. Pemerintah memastikan makanan yang disajikan aman dan nyaman dikonsumsi oleh jemaah lansia maupun yang memiliki masalah pencernaan.
“Yang tidak suka pedas sudah diantisipasi. Menu utama dibuat tidak pedas dan tidak asam, namun bumbu atau sambal tetap disiapkan terpisah bagi yang menyukainya,” jelasnya.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi agar kondisi kesehatan jemaah tetap terjaga prima selama dalam perjalanan udara yang cukup panjang.
Dan nantinya selama di atas pesawat, para JCH dimanjakan dengan menu makanan lezat dari Aerofood ACS Surabaya.
Executive Chef Aerofood ACS Surabaya, Kristianto menjelaskan, para JCH mendapatkan dua kali makan. Dimana masing-masing terdiri dari main course dan desert.
"Untuk menunya ada ikan bumbu rujak dengan pilihan daging semur. Terus kedua ada ayam kari dengan pilihan pesmol ikan, dengan snack-nya banana muffin dan cheese bun," jelasnya sambil menunjukkan makanan yang dipamerkan untuk meal test di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Lanjutnya, makanan yang disiapkan itu sudah sesuai porsi dan memiliki standar berat dan kalori tertentu agar kebutuhan energi jemaah tetap terpenuhi.
"Rata-rata berat makanan sekitar 470 gram dengan kandungan kalori sekitar 400 kalori, sehingga kebutuhan energi jemaah tetap terjaga sampai tiba di Madinah," jelasnya.
Menu-menu yang dihidangkan kepada para JCH juga berasal dari Nusantara. Tujuannya supaya selera makan mereka tidak berkurang, jika dihidangkan dengan makanan-makanan lainnya.
Selain itu, Kristianto mengungkapkan untuk side dish, seperti sambal. Pihak katering pesawat tidak mencampurnya ke dalam makanan, melainkan ditempatkan pada tempat tersendiri.
Hal ini sesuai dengan masukan para JCH, dimana ada sebagian dari mereka yang tidak suka pedas.
Editor : Redaksi