Surabaya, MEMANGGIL.CO – Peringatan Bulan Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tahun ini diarahkan untuk mempertegas kontribusi nyata Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).
Warek 2 UNESA, Prof. Dr. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd., mengatakan, upaya ini sejalan dengan tema Hari Pendidikan Nasional, yakni peran semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.
Prof. Bachtiar menekankan pentingnya penguatan peran FIP dalam menjawab tantangan zaman, terutama terkait digitalisasi dan perubahan sosial.
Menurutnya, proses belajar saat ini tidak lagi terbatas di ruang kelas, melainkan telah memanfaatkan berbagai sumber belajar lintas ruang dan waktu.
“ Instruksi Rektor adalah menguatkan peran FIP untuk melahirkan pendidikan bermutu bagi masyarakat. Pendidikan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan budaya sosial masyarakat,” kata Prof. Bachtiar saat ditemui di sela kegiatan di Kampus, Sabtu, 2 Mei 2026.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi prinsip pendidikan bagi semua (education for all). UNESA berkomitmen memberikan hak pendidikan yang setara, baik bagi mahasiswa reguler maupun penyandang disabilitas.
Momentum Hardiknas kali ini disebutnya bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat untuk menggerakkan hati dalam membangun peradaban bangsa.
“ Investasi terbesar sebuah bangsa adalah sumber daya manusia. SDM akan kuat jika pendidikannya kuat. Ini adalah upaya kita bersama untuk menggerakkan hati demi masa depan bangsa,” tandasnya.
Sebagai langkah konkret pemerataan kualitas guru di lokasi khusus, UNESA konsisten menjalankan program Student Mobility.
Melalui Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan, mahasiswa semester lima ke atas diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melakukan magang dan pengabdian.
Meski terkendala jarak dan biaya transportasi ke daerah pelosok, antusiasme mahasiswa tetap tinggi.
Saat ini, persebaran mahasiswa pengabdian UNESA telah mencapai wilayah Batam, Sumatera, hingga Kalimantan Selatan, meski mayoritas masih berada di wilayah Jawa Timur.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FIP UNESA, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., menambahkan, FIP telah mengintegrasikan kurikulum digital di setiap mata kuliah.
Sebagai bentuk nyata kontribusi akademis, karya-karya inovasi mahasiswa dan civitas akademika diserahkan kepada para pemangku kepentingan (stakeholders).
“ Karya-karya ini kami serahkan agar dapat langsung dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah. Kami juga telah memasukkan aspek digitalisasi ke dalam kurikulum agar mahasiswa siap menghadapi dunia pendidikan berbasis teknologi,” pungkas Prof. Nursalim.
Editor : B. Wibowo