Janji Bupati di May Day, Gejolak Pekerja Pecah di Pabrik SIG Tuban

Reporter : Redaksi
Protes pekerja dengan menutup akses Gate 3 Pabrik PT Semen Indonesia (SIG) Tuban. (dok, memanggil.co)

Janji Bupati di May Day, Gejolak Pekerja Pecah di Pabrik SIG Tuban

Tuban, MEMANGGIL.CO – Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky sempat berhasil meredam aksi buruh sehingga peringatan May Day 2026 di Kabupaten Tuban berlangsung kondusif.

Baca juga: Embarkasi Surabaya Berangkatkan 17.835 Jemaah Haji

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim hubungan industrial yang sehat di masing-masing perusahaan, sebagai upaya mencegah potensi persoalan ketenagakerjaan di kemudian hari.

Janji tersebut disampaikan langsung oleh Bupati saat menemui massa buruh yang menggelar aksi di depan Kantor Pemkab Tuban, Jumat (1/5/2026).

Namun, pascaperingatan May Day tersebut, justru gejolak pekerja kembali mencuat di lingkungan PT Semen Indonesia (SIG) Tuban.

Puluhan eks pekerja PT Cahaya Tegar Kencana (CTK) yang sebelumnya bekerja sebagai vendor jasa scaffolding melakukan aksi blokade di Gate 3 pabrik sejak Senin (4/5/2026).

Hingga Selasa malam (5/5/2026), situasi masih memanas. Sejumlah pekerja masih bertahan di lokasi aksi.

Aksi ini dipicu berakhirnya kontrak kerja para pekerja yang tidak diperpanjang. Diketahui, masa kontrak mereka resmi berakhir per 1 Mei 2026.

Seiring berakhirnya hubungan kerja tersebut, sistem keamanan pabrik secara otomatis menutup akses masuk bagi para pekerja.

Tidak terima dengan kondisi itu, para eks pekerja kemudian melakukan penutupan akses di Gate 3 sebagai bentuk protes. Mereka menuntut kejelasan nasib pekerjaan serta solusi atas berakhirnya kontrak yang dinilai mendadak.

Blokade tersebut sempat menghambat arus keluar masuk kendaraan operasional pabrik. Sejumlah petugas keamanan terlihat berjaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi eskalasi aksi.

Koordinator aksi yang juga Sekretaris Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Tuban, Shokhibusy Syaefi, menyampaikan terdapat tiga tuntutan utama dalam aksi tersebut.

Pertama, pihaknya mendesak SIG segera menyelesaikan proses tender pekerjaan akses maintenance all area dalam waktu paling lambat satu bulan. Kedua, pekerja tetap dipekerjakan selama masa tunggu proses tender berlangsung.

“Ketiga, kami menuntut agar perusahaan pemenang tender nantinya mempekerjakan pekerja dengan status PKWT bulanan, bukan harian,” tegasnya.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, PLN UIT JBM Hijaukan Gardu Induk Jatigedong dan Perkuat Program 'GI Andal'

Ancam Aksi Diperluas 

Hal senada disampaikan Ketua FSPMI Tuban, Duraji. Ia mengungkapkan sejak Minggu (3/5), para pekerja sudah tidak dapat masuk bekerja.

Selain itu, muncul polemik terkait rencana pengambilalihan pekerjaan oleh pihak lain.

“Ada janji hari Senin akan ada mediasi, tapi tidak terlaksana. Akhirnya teman-teman melakukan aksi dan mendirikan tenda di lokasi,” ujarnya.

Duraji menambahkan, pihaknya menerima informasi bahwa manajemen SIG akan menyampaikan perkembangan pada Rabu (6/5). Namun, jika tidak ada kejelasan, aksi akan diperluas.

“Kalau belum ada kepastian, kami akan lanjutkan aksi dengan skema berbeda. Tidak hanya di Gate 3, tapi juga di akses lainnya,” tegasnya.

Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tuban untuk mendorong penyelesaian persoalan ini.

Baca juga: Pangkas Durasi Produksi, Kreator Konten di Surabaya Mulai Beralih ke Teknologi Video AI

Sikap Disnakerin Tuban 

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban, Rohman Ubaid, menyatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan manajemen perusahaan.

Ia menyebut persoalan tersebut merupakan kebijakan teknis internal perusahaan.

“Masih kami koordinasikan dengan pihak SIG, ini kan menyangkut kebijakan teknis manajemen,” ujarnya.

SIG Masih Bungkam 

Di sisi lain, Senior Manager Corporate Communication SIG Tuban, Dharma Sunyata, saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait dampak aksi maupun langkah yang akan diambil perusahaan hingga berita ini diturunkan.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru