Tragedi Laka Kerja di Penggilingan Padi Tuban, Pekerja Tewas Diduga Terkait K3 Lemah

Reporter : Redaksi
Petugas memasang garis polisi di lokasi kejadian guna proses penyelidikan lebih lanjut. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO – Tragedi maut kecelakaan kerja (laka kerja) terjadi di lingkungan penggilingan padi PT Lumbung Pangan Sejati milik Kelvin Kuswanto yang berlokasi di Dusun Gumeng, Desa Banjaragung, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

Seorang pekerja lanjut usia bernama Kondo (78), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke dalam silo penampungan sekam padi.

Baca juga: Pemkab Tuban Kucurkan Rp9,6 Miliar untuk Bangun Puskesmas

Peristiwa tragis ini diduga berkaitan dengan kurang optimalnya penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan.

Hal tersebut terlihat dari kondisi korban yang ditemukan dalam posisi terlentang dengan tubuh tertimbun sekam hingga menutupi bagian kepala di dalam silo yang digunakan sebagai tempat penampungan bahan bakar pengeringan padi.

Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto, membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja yang menewaskan pekerja lansia tersebut.

“Korban meninggal dunia di dalam silo sekam, yaitu tempat penampungan sekam atau dedak yang digunakan sebagai bahan bakar pengeringan padi,” ujar IPTU Siswanto, Rabu (24/6/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan, Kasi Humas Polres Tuban menjelaskan peristiwa bermula saat korban berangkat bekerja dari rumahnya pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

"Setibanya di lokasi, korban langsung menuju area penampungan sekam tanpa melakukan absensi atau check lock terlebih dahulu," ungkap IPTU Siswanto.

Menurut keterangan polisi, korban saat itu tengah menjalani jam kerja lembur karena tingginya volume gabah yang harus diolah di penggilingan padi tersebut.

Korban kemudian melakukan aktivitas seperti biasa dengan mengisi sekam padi kering ke dalam corong elevator. Setelah itu, korban naik ke bagian atas silo sekam yang pada saat kejadian masih beroperasi menggunakan elevator bertenaga dinamo listrik.

Baca juga: Viral Truk Kopdes Disewakan, Pemkab Tuban Minta Pengurus Bisa Pertanggungjawabkan Pengelolaannya

“Elevator dalam kondisi menyala menggunakan dinamo listrik,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan korban mulai diketahui hilang oleh rekan-rekan kerjanya saat jam istirahat sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 WIB. Namun, upaya pencarian saat itu belum berhasil menemukan korban.

Korban baru ditemukan menjelang sore hari ketika sejumlah pekerja kembali melakukan pencarian sebelum jam pulang kerja. Saat menaiki tangga menuju bagian atas silo, salah satu saksi melihat tubuh korban berada di dasar penampungan sekam.

“Saat sampai di tangga atas, saksi melihat ke bawah dan mengetahui korban terlentang dengan kondisi badan tertutup dedak sekam padi hingga bagian kepala,” terang Siswanto.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas bersama tim kesehatan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap jenazah korban.

Baca juga: Setetes Darah untuk Sesama, Cara Polres Tuban Rayakan Hari Bhayangkara ke-80

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat terjatuh ke dalam silo sekam dan mengalami kekurangan oksigen setelah tertimbun material tersebut.

“Diduga korban meninggal dunia karena terjatuh di dalam silo sekam, tempat penampungan sekam atau dedak bahan bakar pengeringan padi,” jelasnya.

Selain itu, pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka, di antaranya pada pipi kiri, lecet di bagian belakang leher kiri, punggung, serta siku. Namun demikian, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang dan tertutup sekam,” pungkasnya.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru