Blora, MEMANGGIL.CO - Festival Budaya Nunggak Semi II di Desa Geneng, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Lebih dari itu, festival ini diarahkan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk jamu tradisional.
Berbagai produk jamu olahan warga dipamerkan dalam stan UMKM yang menjadi salah satu daya tarik festival.
Camat Jepon, Andi Nurrohman mengatakan, fokus penyelenggaraan Festival Nunggak Semi II tahun ini memang diarahkan pada penguatan budaya lokal melalui jamu tradisional.
"Tahun ini fokus pada penguatan budaya lokal melalui jamu sebagai penguatan kearifan lokal yang telah ada untuk peningkatan ekonomi warga," kata Camat Andi, sapaannya kepada Memanggil.co, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, jamu bukan hanya produk kesehatan tradisional, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Untuk meningkatkan kualitas produk, kelompok jamu Desa Geneng juga mendapatkan pelatihan dari para pelatih jamu profesional yang didatangkan dari Yogyakarta dan Tawangmangu.
"Dilakukan pelatihan kepada kelompok jamu Desa Geneng oleh pelatih jamu dari Yogyakarta dan Tawangmangu," ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal, baik dari sisi kualitas produk, kemasan, hingga strategi pemasaran.
Camat Andi menegaskan, ruang publik desa harus mampu dihidupkan kembali sebagai pusat aktivitas masyarakat, termasuk dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis budaya.
"Ruang publik tidak hanya menjadi tempat bertemu, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang berkarya, sekaligus ruang untuk memperkuat identitas budaya lokal," tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan festival budaya semestinya mampu menciptakan efek berantai bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Desa Geneng Blora Gelar Festival Nunggak Semi II, Camat Jepon: Wujud Nyata Nguri-uri Budaya Jawa
"Kita berharap Festival Budaya Nunggak Semi mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM, pelaku usaha jamu, serta produk-produk unggulan lokal," katanya.
Konsep pengembangan ekonomi berbasis budaya seperti yang dilakukan Desa Geneng dinilai sejalan dengan arah pembangunan kebudayaan nasional yang menempatkan budaya sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan ekonomi kreatif.
Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, Festival Nunggak Semi II diharapkan tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Editor : Redaksi