Ratusan Mahasiswa Tiga Kampus Turun ke Blora, Bupati Titip Misi Atasi ATS hingga Dorong Desa Mandiri

Reporter : Redaksi
Ratusan Mahasiswa Tiga Kampus Turun ke Blora. (Istimewa)

Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora resmi melepas 208 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan STAI Al-Anwar Rembang untuk diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Blora.

Kehadiran ratusan mahasiswa ini tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.

Baca juga: Jumat Berkah Jadi Rutinan, Saat Bhabinkamtibmas Polsek Kunduran Datang Membawa Kepedulian

Penerimaan mahasiswa KKN dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (7/7/2026), dihadiri pimpinan ketiga perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan, kepala OPD, camat, hingga kepala desa lokasi KKN.

Bupati Blora, H. Arief Rohman, menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi selama ini telah menghasilkan banyak kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, pelaksanaan KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada IPB, UNS, dan STAI Al-Anwar yang selama ini telah menjadi mitra kami dalam berbagai program pembangunan melalui pengabdian kepada masyarakat," ujar Gus Arief, sapaannya. 

Ia mengatakan, tantangan pembangunan di Kabupaten Blora masih cukup kompleks. Persoalan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, peningkatan daya saing desa, hingga masih adanya Anak Tidak Sekolah (ATS), membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk kalangan akademisi.

Karena itu, Bupati meminta para mahasiswa tidak hanya menjalankan program formal selama KKN, tetapi juga mampu membaca kebutuhan masyarakat dan melahirkan rekomendasi yang dapat dijadikan bahan penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

"Kami berharap masing-masing kampus mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan rekomendasi berdasarkan potensi yang dimiliki desa. Jangan hanya datang menjalankan program, tetapi juga meninggalkan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Arief secara khusus menitipkan sejumlah misi kepada masing-masing perguruan tinggi sesuai bidang keilmuannya.

Mahasiswa IPB diminta membantu pengembangan sektor pertanian, terutama mendorong penerapan pertanian organik di sejumlah kecamatan yang menjadi lokasi KKN seperti Todanan, Tunjungan, Banjarejo, dan Kedungtuban.

Menurut Gus Arief, Blora memiliki modal besar sebagai daerah agraris. Selain menjadi salah satu sentra produksi padi di Jawa Tengah, Blora juga merupakan penghasil jagung terbesar kedua di provinsi tersebut serta memiliki populasi sapi hampir mencapai 280 ribu ekor.

"Potensi ini harus terus dikembangkan melalui inovasi-inovasi baru, terutama pertanian organik agar memiliki nilai tambah bagi petani," jelasnya.

Baca juga: Inilah 24 Mahasiswa IAIKU Blora yang Lolos KKN Internasional ke Malaysia

Sementara itu, mahasiswa UNS diminta fokus memperkuat pemberdayaan masyarakat desa melalui pemetaan potensi wilayah, penguatan kelembagaan desa, serta berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kemandirian desa.

"Potensi setiap desa perlu dipetakan dengan baik sehingga dapat menjadi dasar pembangunan yang lebih tepat sasaran," imbuhnya.

Khusus kepada mahasiswa STAI Al-Anwar Rembang, Bupati meminta agar pelaksanaan Program Sekolah Sisan Ngaji yang telah diterapkan di sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Blora dapat dievaluasi secara akademis.

Pemerintah daerah berharap hasil kajian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan program pendidikan karakter yang selama ini dijalankan.

Selain itu, Gus Arief juga meminta mahasiswa ikut memetakan keberadaan Anak Tidak Sekolah (ATS) di desa-desa lokasi KKN, lengkap dengan penyebab dan rekomendasi penyelesaiannya.

"Kami minta dipetakan berapa jumlah ATS di setiap desa, apa penyebabnya, kemudian apa rekomendasi yang bisa diberikan agar persoalan ini dapat segera ditangani," tegasnya.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, menyatakan pihaknya siap mendukung pembangunan Kabupaten Blora melalui berbagai program berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca juga: IAIKU Blora Kembali Kirim Mahasiswa KKN ke Malaysia, Bupati Titip Misi Bangun Desa dan Kenalkan Indonesia

Menurutnya, mahasiswa akan diarahkan membantu masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga pengembangan potensi desa.

"Kami berharap mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Blora sesuai potensi yang dimiliki masing-masing wilayah," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Dr. Ir. Burhanuddin. Ia menegaskan inovasi akan menjadi fokus utama mahasiswa IPB selama berada di Blora.

"Blora memang bergelora. Kami ingin inovasi yang dibawa mahasiswa selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Blora agar menjadi daerah yang semakin maju dan inovatif," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Kepegawaian STAI Al-Anwar Rembang, Ali Ja'far, M.A., menyatakan komitmennya mendukung berbagai program pemerintah daerah, khususnya penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter masyarakat.

Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan KKN Tahun 2026, Bupati Arief Rohman secara langsung memasangkan jaket KKN kepada perwakilan mahasiswa IPB, UNS, dan STAI Al-Anwar. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pengabdian ratusan mahasiswa di desa-desa Kabupaten Blora dengan harapan mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru