Pejalan Kaki Tewas Tertabrak KA Jayabaya di Baureno, Polisi Lakukan Evakuasi Korban

Reporter : Redaksi
Pejalan Kaki Tewas Tertabrak KA Jayabaya di Baureno, Bojonegoro. (Istimewa)

Bojonegoro, MEMANGGIL.CO - Kecelakaan maut terjadi di jalur rel kereta api Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (9/7/2026) sore. Seorang pejalan kaki bernama Jumadi (70), warga Dusun Tlawah, Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Jayabaya relasi Malang–Pasar Senen.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.15 WIB di jalur rel KM 147+6 petak Baureno–Sumberrejo. Sementara laporan resmi diterima Polsek Baureno sekitar pukul 18.30 WIB.

Baca juga: Ukir Sejarah Baru, AKBP Yenny Diarty Jadi Kapolres Perempuan Pertama di Bojonegoro

Kapolsek Baureno AKP Sholeh SH menjelaskan, peristiwa bermula saat masinis KA Jayabaya melaporkan kepada Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Baureno bahwa rangkaian kereta yang dikemudikannya telah menabrak seorang pejalan kaki yang berada di jalur rel.

"Masinis melaporkan korban berjalan di jalur rel saat kereta melintas," kata AKP Sholeh.

Mendapat laporan tersebut, petugas stasiun segera menghubungi penjaga perlintasan untuk memastikan kondisi di lokasi. Setelah ditemukan adanya korban, informasi diteruskan kepada perangkat desa dan jajaran Polsek Baureno.

Baca juga: Dijanjikan Berangkat Haji, Nenek di Bojonegoro Jadi Korban Penipuan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebelum kejadian korban sempat singgah di warung milik Harianto. Korban meminta makan, kemudian kembali berjalan meninggalkan lokasi seorang diri.

Beberapa saat kemudian, korban diduga berada di atas rel ketika KA Jayabaya melintas. Benturan tidak dapat dihindari sehingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas gabungan dari Polsek Baureno, Puskesmas Baureno, petugas Stasiun Baureno, Satpol PP, Koramil, dan penjaga palang pintu kereta api langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban.

Baca juga: Dari Kandang ke Dapur, GAYATRI Dorong Kemandirian Pangan Warga Bojonegoro

Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Karang Kembang untuk proses penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas maupun berjalan di sepanjang jalur rel kereta api. Selain merupakan kawasan terbatas, rel kereta memiliki tingkat risiko yang tinggi karena kereta melaju dengan kecepatan yang tidak memungkinkan berhenti secara mendadak ketika menghadapi orang atau benda di lintasan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru