Blora, MEMANGGIL.CO - Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Satpam Kualifikasi Gada Pratama Angkatan XXXII yang digelar Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Surya Arta Wiguna bersama Baznas Blora resmi berakhir. Program yang mendapat pendampingan Polri itu tak hanya mencetak tenaga keamanan bersertifikat, tetapi juga membuka peluang kerja bagi para peserta yang dinyatakan lulus.
Penutupan diklat dipimpin langsung Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Kamis (16/7/2026). Sejumlah peserta bahkan langsung diberangkatkan menuju Jakarta untuk memulai tugas sebagai anggota satuan pengamanan di berbagai perusahaan.
Baca juga: Pemkab Blora Gandeng UAD Yogyakarta, Gus Arief Perkuat Investasi SDM Lewat Kemitraan Kampus
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Dirbinmas Polda Jawa Tengah, Forkopimda Blora, Ketua Baznas Kabupaten Blora, pimpinan PT Surya Arta Wiguna, para kepala OPD, instruktur, serta keluarga peserta.
Dalam amanatnya, Irjen Pol. Mardiyono mengatakan pendidikan Gada Pratama merupakan fondasi awal untuk membentuk anggota Satpam yang profesional sekaligus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan swakarsa.
Ia mengingatkan bahwa tantangan pengamanan saat ini semakin kompleks sehingga setiap anggota Satpam harus memiliki kompetensi, karakter, dan integritas yang kuat.
"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan. Namun perlu dipahami, kelulusan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian sebagai anggota Satpam yang harus terus belajar, menjaga disiplin, dan meningkatkan profesionalisme," ujarnya.
Menurut Irjen Mardiyono, masyarakat maupun pengguna jasa keamanan saat ini tidak hanya membutuhkan petugas yang mampu menjaga keamanan, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, etika pelayanan, dan ketegasan dalam mengambil tindakan sesuai prosedur.
"Profesi Satpam adalah profesi yang terhormat. Karena itu, jagalah nama baik profesi ini dengan bekerja secara profesional, bertindak humanis, serta selalu menjunjung tinggi etika dan aturan yang berlaku," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa identitas sebagai anggota Satpam harus dibuktikan melalui kualitas kerja, bukan hanya kepemilikan sertifikat atau kartu tanda anggota.
"Kompetensi harus terus diasah. Integritas harus dijaga. Kepercayaan dari masyarakat dan pengguna jasa merupakan modal utama seorang Satpam," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini mengapresiasi terselenggaranya pelatihan yang dinilai menjadi salah satu bentuk investasi sumber daya manusia di Kabupaten Blora.
Menurutnya, kolaborasi antara Baharkam Polri, Polres Blora, Baznas Kabupaten Blora, dan PT Surya Arta Wiguna telah membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh kompetensi sekaligus akses pekerjaan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan pelatihan ini. Kami berharap para lulusan dapat menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan menjaga nama baik Kabupaten Blora di mana pun mereka bertugas," ujarnya.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa Tiga Kampus Turun ke Blora, Bupati Titip Misi Atasi ATS hingga Dorong Desa Mandiri
Selain prosesi penutupan, kegiatan juga diisi dengan pelepasan tanda peserta, pembacaan kode etik profesi Satpam, penyerahan penghargaan kepada peserta terbaik, pembagian sertifikat Gada Pratama, serta penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat.
Suasana haru mewarnai akhir kegiatan ketika para lulusan berpamitan dengan keluarga sebelum diberangkatkan menuju Jakarta. Bagi sebagian peserta, momentum tersebut menjadi awal perjalanan baru untuk meniti karier sekaligus meningkatkan taraf hidup keluarga.
Melalui pelatihan tersebut, Polri bersama pemerintah daerah berharap semakin banyak tenaga keamanan profesional lahir dari Kabupaten Blora.
Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat sistem keamanan swakarsa di Indonesia.
Editor : Redaksi