Blora, MEMANGGIL.CO - RSUD dr. R. Soeprapto Cepu terus mematangkan persiapan operasional layanan rawat inap jiwa yang baru diresmikan bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 rumah sakit tersebut.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui Diklat Pelayanan Bangsal Jiwa yang diikuti para perawat dan tenaga kesehatan.
Pelatihan tersebut menghadirkan tim pakar yang terdiri dari psikiater dan psikolog klinis untuk membekali para perawat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani pasien gangguan jiwa secara profesional, aman, dan manusiawi.
Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, mengatakan penguatan kapasitas SDM menjadi fondasi utama sebelum layanan baru dijalankan secara penuh.
"Layanan rawat inap jiwa tidak hanya membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, tetapi yang paling penting adalah kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, kami membekali para perawat melalui pelatihan intensif bersama para psikiater dan psikolog klinis agar pelayanan yang diberikan benar-benar profesional dan sesuai standar," ujar drg. Wilys Yuniarti, ditulis Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, pelatihan tersebut membahas berbagai aspek penting dalam pelayanan kesehatan jiwa, mulai dari penanganan kegawatdaruratan psikiatri, komunikasi terapeutik, keselamatan pasien, hingga perlindungan hukum dalam pelayanan kesehatan.
"Kami ingin seluruh tenaga kesehatan memahami secara komprehensif bagaimana menangani pasien gangguan jiwa dengan pendekatan yang tepat, humanis, dan bermartabat. Pasien kesehatan jiwa memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan yang aman dan berkualitas," tegasnya.
Dijelaskan, pembukaan layanan rawat inap jiwa merupakan bagian dari upaya RSUD dr. R. Soeprapto Cepu untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga Kabupaten Blora dan daerah sekitar.
Baca juga: Baru Satu Tersangka Ditahan, Misteri Pemasok Ratusan Tabung LPG Subsidi di Blora Masih Diburu Polisi
Selama ini, pasien dengan gangguan kesehatan jiwa yang membutuhkan perawatan intensif kerap harus dirujuk ke rumah sakit yang berada di luar daerah. Dengan hadirnya layanan baru tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau.
"Kehadiran layanan rawat inap jiwa ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan inklusif. Harapan kami, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh mencari layanan karena kini RSUD Cepu telah menyiapkan fasilitas dan SDM yang kompeten," kata drg. Wilys.
Pelatihan yang digelar secara intensif itu juga menjadi bagian dari persiapan operasional bangsal jiwa yang telah diresmikan langsung oleh Bupati Blora bersamaan dengan peringatan HUT ke-70 RSUD dr. R. Soeprapto Cepu.
Selain kesiapan tenaga medis, rumah sakit juga memastikan seluruh aspek pendukung pelayanan telah dipersiapkan, termasuk prosedur pelayanan, sistem rujukan, hingga sarana prasarana penunjang.
drg. Wilys menegaskan bahwa pelayanan kesehatan jiwa saat ini menjadi kebutuhan penting yang harus mendapat perhatian bersama. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental harus diimbangi dengan ketersediaan layanan yang memadai.
"Kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Karena itu, kami ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya fokus pada penyembuhan, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan penghormatan terhadap martabat pasien," ujarnya.
Dengan dibukanya layanan rawat inap jiwa serta penguatan kompetensi tenaga kesehatan, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu optimistis mampu memberikan pelayanan yang semakin lengkap bagi masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menjadi penanda transformasi pelayanan rumah sakit yang terus berkembang, tidak hanya pada layanan fisik, tetapi juga menjawab kebutuhan kesehatan jiwa masyarakat yang semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Editor : Redaksi