Blora, MEMANGGIL.CO - Rentetan kecelakaan lalu lintas di kawasan Jembatan Kidangan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, mulai mendorong langkah penanganan dari aparat kepolisian dan instansi terkait.
Kawasan yang berada di jalur nasional Blora–Cepu tersebut kini masuk agenda pembahasan lintas sektoral menyusul persoalan kepadatan lalu lintas, penyempitan jalan, serta kebutuhan fasilitas keselamatan.
Baca juga: Jalan Mundur Bawa Mainan dan Miniatur Alat Berat, Mat Tohek Soroti Proyek Sekolah Rakyat Cepu Blora
Satlantas Polres Blora menyiapkan sejumlah langkah. Selain pemasangan banner imbauan, kepolisian akan membawa usulan zebra cross, perbaikan penerangan, serta pemasangan pita kejut ke dalam forum lalu lintas.
Kasatlantas Polres Blora, AKP Anggito Erry Kurniawan, melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Blora, Ipda Hadi Sutomo, mengatakan pemasangan banner menjadi langkah awal untuk mengingatkan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan.
“Dari Satlantas Polres Blora untuk mengantisipasi sudah melakukan pemasangan banner imbauan lalu lintas untuk berhati-hati,” kata Ipda Hadi saat mengecek lokasi bersama pihak Dishub/ Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Selasa (18/8/2026).
Langkah tersebut dilakukan setelah kawasan Jembatan Kidangan kembali menjadi perhatian menyusul kecelakaan yang terjadi dalam waktu berdekatan.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 17.10 WIB. Peristiwa itu melibatkan sepeda motor Yamaha R25 dan Honda Megapro. Seorang pelajar berusia 13 tahun yang menjadi pembonceng dilaporkan mengalami luka.
Sekitar pukul 21.00 WIB, masyarakat kembali menyampaikan adanya kecelakaan di sekitar Jembatan Kidangan.
Informasi awal menyebut kecelakaan kedua melibatkan sepeda motor Kawasaki Ninja dan kendaraan roda empat. Namun, kecelakaan tersebut belum masuk dalam laporan resmi kepolisian ketika dilakukan konfirmasi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora, Ipda Bayu Destya saat dikonfirmasi melalui pesan selularnya, mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait kejadian tersebut.
“Sampai sekarang belum ada laporan, Mas,” kata Ipda Bayu.
Informasi mengenai kecelakaan kedua masih berasal dari masyarakat sekitar. Warga menyebut kedua kendaraan bergerak dari arah timur dan kejadian tersebut kemudian diselesaikan secara kekeluargaan.
Meski belum tercatat sebagai laporan resmi, informasi kecelakaan kedua dalam hari yang sama kembali memperkuat perhatian terhadap aspek keselamatan di kawasan Jembatan Kidangan.
Kepadatan dan Penyempitan Jalan Jadi Perhatian
Persoalan Jembatan Kidangan tidak hanya dilihat dari sisi kecelakaan. Hasil survei Dinas Perhubungan/ Dinrumkimhub Kabupaten Blora menunjukkan adanya kepadatan lalu lintas dan penyempitan jalan di kawasan tersebut.
Kasi MRLL Dishub/Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Satriyo, mengatakan dua kondisi tersebut menjadi bagian dari hasil pemetaan lapangan.
“Pertama terkait tingginya kepadatan lalu lintas, kemudian ada penyempitan jalan Jembatan Kidangan,” ujarnya.
Hasil survei tersebut selanjutnya akan dibawa ke forum lalu lintas untuk menentukan mekanisme penanganan.
“Setelah hasil survei hari ini, kita akan mengadakan forum lalu lintas untuk mekanisme penanganan lanjutan terkait seringnya kejadian laka lantas di Jembatan Kidangan ini,” kata Satriyo.
Forum tersebut akan melibatkan sejumlah instansi karena persoalan keselamatan di kawasan Jembatan Kidangan tidak dapat ditangani hanya oleh satu pihak.
Satlantas Polres Blora telah menyiapkan sejumlah usulan untuk dibahas dalam forum tersebut. Ipda Hadi menyebut zebra cross di sisi timur jembatan, perbaikan penerangan kanan dan kiri, serta pemasangan pita kejut sebelum dan sesudah jembatan akan masuk pembahasan.
“Nanti minggu depan di forum membahas akan membahas juga zebra cross yang di timur jembatan, perbaikan lampu kanan kiri, pita kejut sebelum jembatan dan setelah jembatan,” ujarnya.
Pita kejut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi pengendara untuk mengurangi kecepatan ketika mendekati maupun meninggalkan kawasan jembatan. Sementara penerangan dibutuhkan untuk meningkatkan visibilitas pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Adapun zebra cross direncanakan berada di sisi timur jembatan. Namun, seluruh usulan tersebut belum dapat langsung dilaksanakan karena harus dikoordinasikan dengan instansi yang memiliki kewenangan masing-masing.
“Tapi itu nanti diforumkan dulu dengan adanya Satlantas, Dishub, PU dan Jasa Raharja,” kata Ipda Hadi.
Dari sisi Dishub/ Dinrumkimhub Kabupaten Blora, perbaikan penerangan menjadi salah satu langkah yang diprioritaskan.
Satriyo mengatakan pihaknya akan memperbaiki penerangan jalan yang berada di kawasan Jembatan Kidangan.
“Yang pertama, kita akan perbaiki untuk penerangan jalan yang ada di Jembatan Kidangan,” katanya.
Selain penerangan, pemasangan pita kejut juga akan dirumuskan.
“Terus yang kedua, akan kita rumuskan untuk pembuatan pita kejut di area ini. Mungkin itu langkah yang bisa kita lakukan dengan cepat,” lanjutnya.
Kebutuhan papan imbauan juga masuk dalam rencana penanganan. Rencananya, terdapat dua papan imbauan yang ditempatkan di sisi timur dan barat kawasan jembatan.
“Nanti untuk papan imbauan ada dua. Yang pertama di sebelah timur dan yang kedua ada di sebelah barat,” ujarnya.
Meski demikian, waktu pelaksanaan seluruh rencana tersebut belum dapat dipastikan karena penanganannya bersifat lintas sektoral.
“Kita belum bisa memastikan karena ini lintas sektoral,” kata Satriyo.
Menurutnya, forum lalu lintas akan menjadi ruang untuk menentukan prioritas sekaligus waktu pelaksanaan masing-masing kebutuhan.
Baca juga: Satlantas Polres Blora Ingatkan Kecelakaan Jembatan Kidangan Jepon Berawal dari Pelanggaran
“Nanti kita diskusikan di forum lalu lintas, nanti kita petakan untuk eksekusinya paling cepat kapan,” ujarnya.
Satlantas Polres Blora memastikan pembahasan tersebut tidak berhenti pada rencana. Ipda Hadi mengatakan hasil forum nantinya akan segera ditindaklanjuti.
“Nanti hasil forum segera dieksekusi,” tegasnya.
Penanganan Jembatan Kidangan kini bergerak dari respons awal berupa pemasangan banner menuju pembahasan fasilitas keselamatan yang lebih konkret.
Hasil survei terkait kepadatan dan penyempitan jalan menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah penanganan. Kondisi tersebut perlu diperhitungkan bersama faktor lain, seperti pengendalian kecepatan, penerangan dan fasilitas keselamatan.
Terlebih, Jembatan Kidangan berada di jalur nasional yang menghubungkan Blora dan Cepu dengan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi.
Bagi pengguna jalan, kewaspadaan tetap menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan. Pengendara diminta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lalu lintas, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan ketentuan lalu lintas.
Di sisi lain, pembenahan fasilitas dan kondisi jalan juga diperlukan untuk menekan potensi risiko kecelakaan.
Kini Jembatan Kidangan menunggu hasil forum lalu lintas lintas sektoral. Penerangan, zebra cross, papan imbauan dan pita kejut telah masuk dalam daftar kebutuhan yang akan dibahas.
Persoalannya bukan lagi sekadar mengidentifikasi kebutuhan, tetapi memastikan hasil pembahasan dapat segera diwujudkan di lapangan.
Kecelakaan yang kembali terjadi menjadi pengingat bahwa keselamatan di Jembatan Kidangan membutuhkan penanganan yang lebih konkret dan tidak berhenti pada imbauan.
Editor : Redaksi