Dorong UMKM Go Global, BSI Siapkan Pembiayaan Cepat hingga Pendampingan Ekosistem Halal

Reporter : Adji
Area Manager BSI Surabaya Kota, Ogi Yogasyara (berdiri) saat paparkan perkembangan BSI (Adji/Memanggil co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO  — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus mendorong kemandirian serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional.  

Hal tersebut diwujudkan melalui kemudahan akses pembiayaan syariah berbasis digital, penguatan legalitas, hingga pembinaan ekosistem halal secara berkelanjutan. 

Area Manager BSI Surabaya Kota, Ogi Yogasyara, menegaskan bahwa UMKM memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia. 

Saat ini terdapat sekitar 64 juta unit UMKM, di mana sektor kewirausahaan mampu menyerap hingga 54 persen dari total angkatan kerja nasional. 

Meski memiliki potensi besar, Ogi menggarisbawahi sejumlah tantangan utama yang masih dihadapi para pelaku usaha.  

" Tantangan itu adalah keterbatasan akses pendanaan, adaptasi digitalisasi pascapandemi, tekanan kompetisi dari produk impor murah, kendala legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), serta kebutuhan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM),"  papar  Ogi dalam kegiatan Fesyar Regional Jawa 2026 yang mengambil tema Business Coaching Pembiayaan, pada Jumat, 23 September 2026 di Grand City, Surabaya. 

Untuk menjawab tantangan tersebut, BSI menghadirkan solusi komprehensif melalui perluasan jaringan 1.100 kantor operasional, kehadiran divisi khusus Islamic Ecosystem, serta optimalisasi fasilitas UMKM Center. 

Menurut Ogi,BSI tidak hanya menyalurkan permodalan, tetapi juga memfasilitasi pendampingan sertifikasi halal bersama lembaga berwenang dan MUI, menggelar inkubasi bisnis, pelatihan pengelolaan keuangan, hingga wadah pameran seperti BSI Talenta Wirausaha dan BSI International Expo guna mendorong pelaku usaha menembus pasar global. 

"Dari sisi pembiayaan, BSI menawarkan proses serbadigital melalui layanan Salam Digital. Pelaku usaha dapat mengajukan permohonan secara daring, dilanjutkan dengan survei lapangan dalam 1–2 hari, sehingga pencairan modal dapat diselesaikan hanya dalam waktu 2–3 hari kerja apabila dokumen dinyatakan lengkap," beber Ogi. 

Skema permodalan yang ditawarkan mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dengan plafon Rp25 juta hingga Rp100 juta tanpa jaminan bagi usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan, KUR Kecil/Menengah hingga Rp500 juta, hingga Super Mikro di bawah Rp25 juta. Seluruh produk KUR ini mendapatkan subsidi margin dari pemerintah sebesar 6 hingga 7 persen. 

Ia menambahkan, selain pembiayaan individu, BSI juga mengembangkan skema klaster permodalan kelompok bagi sektor pertanian, seperti petani melon, kopi, dan tebu, yang terikat kerja sama dengan penjamin atau avalis.  

"Kelayakan permodalan tetap dinilai secara terukur berdasarkan repayment capacity (daya bayar), omzet usaha, serta pemeriksaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) guna memastikan keberlanjutan bisnis para pelaku UMKM," pungkas  Ogi.
 

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru