MEMANGGIL.CO - Warga di sekitaran tempat kost yang ada di kota garam Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, melakukan aksi heroik. Yaitu, mereka membekuk maling yang sempat meresahkan lingkungan Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Aksi heroik tersebut terekam video amatir memperlihatkan warga memborgol maling itu memakai tali rafia. Jika mengamati dengan seksama, sudah selayaknya warga tersebut mendapatkan apresiasi khusus. Karena dengan begitu, minimal aksi kriminal di Jawa Tengah sedikit menurun.
Baca juga: Nama H. Miyadi Paling Menguat di Bursa Ketua PKB Tuban, Tantangan Masih Jadi Catatan
"Ya kudune entuk (harusnya dapat) apresiasi itu. Bantu meringankan petugas menangkap maling," ujar Setiawan kepada Media Memanggil Network, Rabu (15/03/2023).
Setiawan mengaku kagum atas gerak cepat warga yang ada dalam video amatir itu.
"Pakai borgol seadanya bisa menangkap maling. Salut saya," kata warga yang mengetahui aksi penangkapan maling tersebut.
Baca juga: Blora Lampaui Target Nasional LP2B, Kampus UNY dan Investasi Dapat Lampu Hijau
Diberitakan sebelumnya, syukur tak terhingga layak diungkapkan oleh pihak Kelurahan Kunden, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora. Bagaimana tidak, aksi kriminal maling yang sempat tertangkap dan dibebaskan melalui Restorative Justice, akhirnya terduga pelaku kembali dibekuk oleh warga di kota garam Kabupaten Rembang.
Tahu tidak penyebab sebenarnya aksi maling tersebut menjadi-jadi hingga meresahkan banyak warga? Usut punya usut, ternyata pelakunya edan judi slot.
"Malinge kui edan judi slot (judi online)," ucap Lurah Kunden, Fiqri Hidayat.
Baca juga: Kreatif, Mahasiswa Universitas Ciputra Ubah Limbah Jadi Karya Busana yang Fashionable
Dia mengungkapkan banyak aksi kejadian kriminal pencurian terjadi di daerahnya. Juga sempat menyampaikan harapannya kepada pemangku kepentingan lainnya, untuk bisa bersinergi bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di daerahnya.
“Ini penting, bukan hanya Pemerintah Kelurahan Kunden saja yang wajib terlibat kambtibmas. Tapi semuanya,” kata Fiqri.
Editor : Ahmad Adirin