Buku Ngaji Bareng Abah Yai Muharror Ali Bentuk Dedikasi Ahmad Adirin untuk Pesantren Tercinta

Reporter : Ma'rifah Nugraha
Ahmad Adirin secara simbolis menyerahkan buku Ngaji Bareng Abah Yai Muharror Ali. (Memanggil.co/Ist)

MEMANGGIL.CO - Di balik suksesnya launching buku Pondok Pesantren (Ponpes) Khozinatul Ulum Blora berjudul 'Ngaji Bareng Abah Yai Muharror Ali', ada kisah dedikasi seorang santri untuk pondok pesantrennya.

Inilah kisah Ahmad Adirin, penulis buku sekaligus alumni Ponpes tersebut.

Baca juga: Momen Lebaran 1447 H, Volume Commuter Line Wilayah 8 Surabaya Tembus 652.692 Pengguna

Dalam sorotan talkshow launching buku pada momen Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Minggu, 22 Oktober 2023, Adirin mengatakan bahwa buku tersebut menjadi salah satu bukti kecintaannya terhadap Ponpes Khozinatul Ulum Blora.

"Dengan adanya buku ini, paling tidak ini menjadi salah satu simbol dedikasi saya terhadap Ponpes Khozinatul Ulum Blora," ujarnya.

Keterampilan Adirin yang sebelumnya telah menulis beberapa buku, tak membuatnya besar kepala. Secara terang-terangan, Adirin mengatakan bahwa karyanya jauh dari kata sempurna.

[caption id="attachment_9682" align="alignnone" width="1280"] Santri dan santriwati Khozinatul Ulum Blora dengan buku berjudul 'Ngaji Bareng Abah Yai Muharror Ali'. (Memanggil.co/Ist)[/caption]

Baca juga: KAI Wisata Pilihan Favorit Penumpang di Masa Angkutan Lebaran 2026

"Saya minta teman-teman atau adik-adik untuk terus berkarya dan menyempurnakan karya saya ini. Mari kita investasikan hal terbaik untuk ponpes tercinta ini," harapnya.

Menurut Adirin, budaya membaca dan menulis harus terus digencarkan. Karena, orang-orang besar ternyata juga lahir dari rasa cinta terhadap membaca dan menulis.

"Kita awali dengan menulis pengalaman yang kita alami. Itu hal yang mudah, tapi sekali lagi perlu dipraktikkan dan tidak di angan-angan saja," ucapnya.

Baca juga: Polisi Bongkar Motif Pemuda Tuban Ancam Bunuh Ayah hingga Aniaya Adik

Adirin berharap peluncuran buku ini bisa menjadi cikal bakal agar santri dan santriwati Ponpes Khozinatul Ulum Blora terus semangat untuk membaca dan menulis.

"Karena, setelah kita meninggal nanti, maka karya-karya kita yang akan dikenal. Oleh sebab itu, sejak hari ini dan seterusnya kita awali dengan karya terbaik meskipun itu kecil," tandasnya.

Editor : Ma'rifah Nugraha

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru