Penjelasan tentang Sebutan Kiai, Gus, Syekh dan Ustaz

author memanggil.co

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KH Ahmad Zaki Fuad (Gus Zaki) saat diwawancarai wartawan di kediamannya. (Memanggil.co/Ist)
KH Ahmad Zaki Fuad (Gus Zaki) saat diwawancarai wartawan di kediamannya. (Memanggil.co/Ist)

MEMANGGIL.CO - Alumni Al Azhar Kairo, Mesir, H Ahmad Labib Hilmy, mengaku beberapa kali mendapat pertanyaan soal apa itu Kiai, Gus, Syekh dan Ustaz. Menurutnya, dari empat istilah itu, secara umum punya kesamaan. Yaitu orang yang mendalami dan menguasai keilmuan di bidang agama Islam.

Menurut Gus Labib, panggilannya, dari empat istilah tersebut, tentu sedikit banyak ada penjelasannya. Karena pada intinya, istilah tersebut, datang dari kalimat yang ada di Bahasa Arab dan juga datang dari Bahasa Jawa.

“Jadi ini tentu unik untuk ditelaah dan dipelajari,” papar putra kedua pendiri Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora, ditulis Minggu (02/04/2023).

Misalnya istilah Gus, menurutnya, sebutan Gus merupakan panggilan untuk anak Kiai atau orang terpandang dalam agama yang umurnya masih di bawah 40 tahun. Juga bisa diartikan bahwa Gus itu, sebagai sebutan untuk putra mahkota yang mewarisi sebuah Pondok Pesantren atau tempat pendidikan.

“Namun, penyebutan Gus di beberapa tempat itu bisa saja berbeda. Kalau di Madura sebutan Gus itu bisa Lora. Jadi sebutan itu, kadang beda sesuai tempatnya,” tegasnya.

Untuk sebutan Kiai, lanjut Gus Labib, merupakan sebutan untuk para alim ulama. Awalnya penyebutan Kiai dipakai untuk sesuatu yang dihormati, dikeramatkan, dan disakralkan. Namun penyebutan Kiai dikhususkan untuk orang yang disegani dan dihormati, terutama mereka yang punya keilmuan di bidang agama Islam.

Gus Labib juga menjelaskan, ada istilah Jawa yang menyebut, ada istilah Keramat Gandul, sebutan dari Jawa, terutama di daerah Jepara dan sekitarnya, untuk sebuah julukan yang masih melekat pada orang tua.

“Itu untuk ketokohan Kiai,” paparnya

Sebenarnya, lanjut Gus Labib, alim ulama juga bisa disebut Syekh yang sebenarnya istilah ini datang dari Bahasa Persia yang berarti seorang pemimpin, tetua. Istilah ini juga sudah akrab di Indonesia sejak dahulu.

“Jadi ada penyerapan Bahasa Arab yang dipakai Bahasa Indonesia,” tandas lulusan Syariah Al Azhar Kairo, Mesir tahun 2005-2008 ini.

Kemudian, ada juga istilah Ustaz yang berarti guru atau pengajar. Menurut Gus Labib, istilah Ustaz tersebut, juga diserap dari Bahasa Arab yang kemudian juga dipakai Bahasa Indonesia.

“Jadi istilah ini, sebenarnya sudah umum di masyarakat,” paparnya.

Dasar Sebutan Gus, Kiai, Syekh dan Ustaz

Disisi lain, putra pertama Pengasuh Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora KH Ahmad Zaki Fuad juga menambahkan, bahwa istilah-istilah tersebut sekarang lazim dipakai sebutan untuk orang umum.

Termasuk hubungan guru dengan murid pun, sekarang ini guru kerap memanggil muridnya dengan sebutan Gus.

“Sakbenere (sebenarnya) yang khusus istilah Gus itu dari Jawa Timur,” tandas Gus Zaki, panggilannya.

Gus Zaki sendiri memberikan penjelasan yang tak jauh beda dengan Gus labib terkait istilah-istilah tersebut, dan masyarakat diharapkan bisa mengerti.

“Setidaknya tentang apa itu Gus, Kiai, Syekh dan Uztaz. Karena dasarnya semua sama, yaitu orang yang mendalami dan belajar tentang ilmu agama, yaitu Islam,” pungkasnya.

• Silakan baca Berita dan Artikel lainnya di Google News

Berita Terbaru

ASN Perempuan Kejaksaan Tuban Diduga Terseret Pusaran Kasus Suap Tambang Ilegal Rp600 Juta

ASN Perempuan Kejaksaan Tuban Diduga Terseret Pusaran Kasus Suap Tambang Ilegal Rp600 Juta

Minggu, 19 Jul 2026 12:26 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 12:26 WIB

Tuban, MEMANGGIL.CO – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan yang bertugas di Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri (…

Diduga Lecehkan 26 Mahasiswi dan Dosen di WhatsApp, 6 Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan

Diduga Lecehkan 26 Mahasiswi dan Dosen di WhatsApp, 6 Mahasiswa Unesa Dinonaktifkan

Minggu, 19 Jul 2026 12:24 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 12:24 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO  — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa vokasi menyusul investigasi dugaan kekerasan verbal melalui grup Wh…

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Jatim Kembali Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2026

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Jatim Kembali Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2026

Minggu, 19 Jul 2026 09:52 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 09:52 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO  — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur  kembali mendoromg pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) s…

Kereta Api Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara, Stasiun Gubeng Tertinggi

Kereta Api Jadi Favorit Wisatawan Mancanegara, Stasiun Gubeng Tertinggi

Sabtu, 18 Jul 2026 23:24 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 23:24 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mencatat peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan Kereta A…

Analisis, Kedalaman Skuad Jadi Kunci Kemenangan Spanyol Atas Argentina

Analisis, Kedalaman Skuad Jadi Kunci Kemenangan Spanyol Atas Argentina

Sabtu, 18 Jul 2026 22:25 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 22:25 WIB

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Final Piala Dunia. 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina diprediksi tidak akan selesai dalam 90 menit.  Wakil Rektor II …

Anggota Bawaslu Grobogan Dikukuhkan Sebagai Saka Adhyasta Pemilu 

Anggota Bawaslu Grobogan Dikukuhkan Sebagai Saka Adhyasta Pemilu 

Sabtu, 18 Jul 2026 12:06 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 12:06 WIB

Grobogan, MEMANGGIL.CO – Angtota Bawaslu Grobogan dilantik sebagai Majelis Pembimbing dan Pembina Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu Kwartir Cabang (Kwarcab) G…