MEMANGGIL.CO - Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkapkan bahwa Kepala Desa (Kades) Kohod, Arsin, belum memenuhi undangan pemanggilan dalam tahap penyelidikan terkait kasus pagar laut di Tangerang, Banten.
Kami sudah memanggil Kepala Desa Kohod, Arsin, tapi yang bersangkutan belum hadir, ujar Djuhandhani, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (6/2), dilansir Antara.
Djuhandhani menambahkan bahwa undangan tersebut adalah untuk proses klarifikasi dalam tahapan penyelidikan, di mana Arsin memiliki hak untuk menolak hadir.
Namun, meski demikian, penyidik telah menemukan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan/atau pemalsuan akta otentik, sehingga kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.
Tapi pada prinsipnya, kami sudah menemukan suatu tindak pidana. Di mana kalau sudah menemukan tindak pidana, kami melaksanakan penyidikan nantinya, kami sudah siap. Dengan upaya paksa pun kami sudah siap, ucapnya.
Djuhandhani juga menjelaskan bahwa dalam tahap penyidikan, penyidik akan mendalami secara saintifik 10 dari 263 berkas warkat penerbitan sertifikat dari Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang yang telah diserahkan oleh Kementerian ATR/BPN.

Karena ini terkait kasus pemalsuan, kami akan mengecek (SHGB dan SHM) ke laboratorium forensik (labfor) dahulu. Setelah labfor, tentu saja dengan saksi-saksi yang sudah ada, sudah kami terima, tentu saja nanti akan kami gelarkan kembali bagaimana ini, ujarnya.
Sebelumnya, dugaan keterlibatan Kades Kohod dalam kasus pagar laut sempat mengemuka setelah sebuah tayangan video di media sosial ramai diperbincangkan.
Video berdurasi satu menit tersebut memperlihatkan Kades Kohod, Arsin, sedang meninjau kegiatan pemasangan pagar laut di perairan Tangerang, Banten. Dalam video tersebut, Kades Kohod tampak menunjuk lokasi dan mengarahkan para pekerja dalam pemasangan pagar bambu tersebut.
Arsin pun telah membantah keterlibatannya dalam kasus pemagaran laut tersebut. Itu saya bantah langsung. Bagaimana saya mau mengarahkan? Orang saya kenal juga tidak. Saya itu ke sana untuk kasih tahu karena ada RT/RW saya yang bilang kalau ada pagar, katanya di Tangerang, Senin (20/1).