Tuban, MEMANGGIL.CO — Klaim Pemerintah Kabupaten Tuban terkait ketersediaan elpiji 3 kilogram yang disebut aman, seolah tak selaras dengan kenyataan di lapangan. Hal itu terlihat sejumlah warga masih harus rela antre panjang bahkan berdesakan demi mendapatkan tabung gas subsidi yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari ini.

Pemkab Tuban melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) menegaskan stok elpiji 3 kilogram aman dan masyarakat tidak perlu panik.

Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (5/4/2026), menyusul pengawasan dan distribusi yang disebut telah dioptimalkan hingga ke seluruh pangkalan resmi.

Namun, kenyataan yang terjadi justru berbeda. Dalam sepekan terakhir, warga mengaku kesulitan memperoleh gas elpiji, bahkan nyaris tak ditemukan di kios eceran. Kondisi ini membuat warga panik dan harus berebut tabung di pangkalan.

Pemandangan antrean panjang terlihat di pangkalan elpiji Kota Tuban sejak Sabtu (4/4/2026) pagi. Antrean mulai mengular sejak pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB. Tak jarang, ketegangan pun muncul antara warga dan pemilik pangkalan akibat banyak yang pulang dengan tangan kosong.

Juarti (63), warga Kelurahan Sidomulyo, mengatakan terpaksa ikut antre karena hampir seminggu kesulitan mendapat elpiji 3 kilogram.

“Gas elpiji sudah langka hampir satu minggu ini. Dari pagi antre sampai siang baru dapat. Harganya Rp 18.000 per tabung,” keluhnya.

Sementara itu, Inawaroh (30), warga Karangsari, mengaku sudah menghabiskan waktu berjam-jam di pangkalan, tapi stok habis sebelum ia mendapatkan tabung.

“Antre sejak pagi malah nggak dapat apa-apa. Kami butuh untuk memasak, Pak,” ujarnya.

Pemilik pangkalan Kota Tuban, Andi Mustami, menuturkan setiap hari mendapat pasokan 180 tabung dari agen. Namun permintaan meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir, sehingga tabung cepat habis hanya dalam dua jam.

Sate Pak Rizki

“Kiriman tetap ada, tapi langsung habis karena permintaan tinggi,” jelas Andi.

Respon Pemkab Tuban 

Disisi lain, Kepala Diskopumdag Tuban, Gunadi, menegaskan bahwa ketersediaan elpiji 3 kilogram masih dalam kondisi aman berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, dan masyarakat tidak perlu khawatir. Ia juga menyebut distribusi tetap berjalan, bahkan selama masa libur.

“Sejak sebelum hari raya kami rutin melakukan pemantauan, baik stok, distribusi, maupun harga. Bahkan saat libur, distribusi tetap berjalan,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan pasokan tetap terjaga. Selain itu, para camat dilibatkan untuk memantau kondisi riil di wilayah masing-masing hingga tingkat desa.

“Peran camat penting untuk memastikan kondisi di lapangan. Jika ada kekosongan, segera dilaporkan agar bisa ditangani cepat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gunadi juga mengingatkan pangkalan agar tidak menjual elpiji 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tetap menyalurkan sesuai ketentuan. Pelanggaran, kata dia, akan dikenai sanksi tegas, termasuk penghentian pasokan.