Cepu, MEMANGGIL.CO - Kekesalan warga akhirnya memuncak. Sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak berlubang karena membahayakan, warga menanam pohon pisang di tengah Jalan Pramuka By Pass, Megalrejo, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Sabtu malam (17/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Aksi simbolik itu dilakukan tepat di ruas by pass Cepu, di depan lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kelurahan Balun. Pohon pisang sengaja ditanam di lubang jalan yang dinilai paling berbahaya, sebagai penanda darurat sekaligus peringatan keras kepada pihak berwenang.
Menurut warga, kondisi jalan rusak berlubang tersebut sudah lama dikeluhkan namun hingga kini belum mendapat penanganan serius. Lubang jalan yang menganga kerap memicu kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat hujan, ketika jarak pandang terbatas dan genangan air menutupi lubang jalan.
Ketua RW 14 Kelurahan Balun, Wakirin Budi Winararko atau akrab disapa Mbah Garin, menyebut warga sebenarnya telah berulang kali berinisiatif menutup lubang jalan secara swadaya. Namun upaya tersebut selalu gagal karena tidak bertahan lama.
“Warga sudah beberapa kali menutup lubang pakai grosok, tapi kalau hujan turun ya hanyut lagi. Akhirnya warga menanam pohon pisang ini sebagai tanda bahaya sekaligus bentuk protes agar segera ada perhatian,” ujar Mbah Garin, ditulis Memanggil.co, Minggu (18/1/2026).
Potret Kawasan Cepu Raya
Ruas Jalan Pramuka By Pass merupakan bagian dari kawasan strategis Cepu Raya yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. Jalur ini menghubungkan pusat aktivitas ekonomi, kawasan permukiman, fasilitas pendidikan, hingga jalur perkantoran dan lainnya.
Setiap hari, jalan tersebut dilalui kendaraan pribadi, angkutan barang, hingga kendaraan berat. Pada jam-jam tertentu, terutama pagi dan malam hari, arus lalu lintas di kawasan ini cukup padat.
Kondisi jalan berlubang dinilai sangat kontras dengan peran strategis Cepu Raya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blora. Warga menilai, kerusakan jalan di kawasan vital ini seharusnya menjadi prioritas penanganan.
Warga khawatir jika kondisi tersebut terus dibiarkan, kecelakaan lalu lintas akan terus berulang. Terlebih di musim hujan, lubang jalan sulit terlihat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Melalui aksi tanam pohon pisang ini, warga mendesak instansi yang berwenang menangani jalan nasional agar segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang mudah rusak.
“Jangan sampai harus menunggu korban jiwa baru ada perbaikan,” ungkap salah satu warga di lokasi.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret demi keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di kawasan Cepu Raya yang menjadi jalur utama aktivitas warga dan distribusi ekonomi.