Semarang, MEMANGGIL.CO – Ketua DPRD Jawa Tengah meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota segera melakukan perbaikan jalan rusak dan berlubang di wilayahnya. Langkah tersebut dinilai mendesak mengingat Jawa Tengah akan segera memasuki bulan Ramadan dan masa arus mudik Idulfitri, di mana volume kendaraan dipastikan meningkat.
“Sebentar lagi memasuki puasa dan Lebaran. Harapan masyarakat tentu jalan-jalan diperbaiki, minimal tidak banyak jeglongannya,” ujar Ketua DPRD Jateng, belum lama ini.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan sangat penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para pemudik. Menurutnya, Jawa Tengah selama ini menjadi salah satu tujuan utama sekaligus titik persinggahan pemudik dari berbagai daerah.
“Jawa Tengah ini banyak menjadi tujuan dan titik lelah para pemudik. Jalan berlubang dan rusak berpotensi membahayakan pengguna jalan, terlebih pemudik dari luar daerah yang belum mengenal kondisi jalan di Jateng,” katanya.
Ia menambahkan, kerusakan jalan masih ditemukan di sejumlah jalur strategis, mulai dari jalur Pantura, jalur selatan, hingga jalur penghubung antar-kabupaten/kota. Untuk itu, perbaikan darurat seperti penambalan lubang perlu segera dilakukan sembari menunggu perbaikan permanen.
Selain perbaikan fisik, ia juga meminta Pemprov Jateng memetakan titik-titik rawan kerusakan yang kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas. Pemasangan rambu peringatan di lokasi tersebut dinilai penting guna meminimalkan risiko kecelakaan.
“Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama. Kami berharap Pemprov bisa bergerak cepat agar saat puncak arus mudik nanti, kondisi jalan sudah lebih layak dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengakui masih banyak jalan berlubang di sejumlah wilayah kabupaten/kota. Ia menegaskan posisi Jawa Tengah sebagai wilayah strategis dan titik tengah arus mudik dan balik Idulfitri skala nasional.
Luthfi pun menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah untuk segera melakukan evaluasi kondisi jalan bersama Dinas PU kabupaten/kota, sekaligus memetakan kewenangan jalan, baik jalan provinsi, nasional, maupun kabupaten/kota.
“Pada arus mudik dan balik Lebaran nanti, Jawa Tengah menjadi sentra gravity nasional. Mulai sekarang Dinas PUPR di bawah kendali Pemprov segera evaluasi bersama PU kabupaten/kota, mana jalan provinsi, nasional, dan kabupaten,” kata Luthfi.
Ia menegaskan tidak boleh ada lagi jalan berlubang satu bulan sebelum Lebaran. Seluruh perbaikan jalan, baik kewenangan provinsi maupun kabupaten/kota, ditargetkan rampung saat bulan puasa masih berlangsung.
“Prinsipnya, selama hampir satu bulan menjelang Lebaran ini dipastikan tidak ada lagi jalan berlubang,” tegasnya.
Gubernur juga menekankan agar tidak ada lagi keluhan dari masyarakat terkait kerusakan jalan di Jawa Tengah. Seluruh jalur yang akan dilalui pemudik harus dipastikan dalam kondisi aman dan layak.
“Semua jalur pemudik harus clear, tidak ada komplain dari masyarakat lokal maupun masyarakat yang keluar masuk Jawa Tengah,” imbuhnya.
Sebagai tindaklanjuti arahan tersebut, Luthfi meminta Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro bersama para kepala daerah segera bertindak. Ia juga menginstruksikan agar seluruh jalan di Jawa Tengah sudah dalam kondisi baik menjelang agenda retret bupati dan wali kota. (ADV)