Surabaya, MEMANGGIL.CO - Persebaya Surabaya menunjukkan mental baja khas Bajol Ijo saat menaklukkan Bali United 3-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026). Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Persebaya menjadi 13 pertandingan beruntun, sekaligus mengakhiri kutukan laga tandang di Bali yang menghantui sejak 2022.
Tiga gol Persebaya dicetak Mihailo Perovic pada menit ke-26, gol debut Alfan Suaib menit ke-69, dan Risto Mitrevski menit ke-73. Bali United baru mampu memperkecil ketertinggalan lewat Jordy Bruijn pada menit ke-88.
Bagi Bonek, kemenangan ini terasa istimewa. Datang sebagai tim tamu dengan kondisi pincang, Persebaya justru tampil percaya diri, disiplin, dan mematikan lewat serangan balik cepat yang berulang kali membongkar pertahanan tuan rumah.
Momen paling emosional hadir dari Alfan Suaib. Pemain muda hasil binaan Persebaya Future Lab itu mencetak gol debutnya hanya beberapa menit setelah masuk lapangan. Gol tersebut menjadi simbol keberanian regenerasi yang selama ini dinantikan Bonek: pemain muda dipercaya, lalu menjawab dengan gol.
Sejak menit awal, pertandingan berjalan dengan tempo tinggi. Bali United tampil menyerang, namun Persebaya lebih efektif. Gol pembuka Perovic lahir dari kemelut di depan gawang setelah tekanan beruntun lini depan Bajol Ijo.
Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Persebaya. Memasuki paruh kedua, tim tamu bermain lebih sabar, menunggu celah, dan kembali menghukum tuan rumah lewat dua gol cepat dalam rentang empat menit.
Bali United sempat mencetak gol melalui Diego Campos, namun dianulir VAR karena offside. Gol hiburan baru tercipta menjelang laga berakhir.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan kemenangan ini memiliki arti lebih karena diraih di tengah banyaknya pemain absen. Beberapa pilar harus menepi akibat akumulasi kartu dan cedera, bahkan dua pemain terpaksa ditarik keluar karena mengalami masalah fisik saat pertandingan berlangsung.
“Tim menunjukkan sikap bertarung yang sangat baik, baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan,” ujarnya.
Kemenangan ini mengangkat Persebaya tetap kokoh di papan atas klasemen dengan 35 poin, hanya terpaut dua angka dari posisi empat besar. Lebih dari sekadar angka, hasil ini menegaskan satu pesan kuat bagi Bonek: Persebaya belum selesai, dan mental juara sedang tumbuh.