Blora, MEMANGGIL.CO - Pemenuhan kebutuhan dasar berupa hunian yang layak masih menjadi tantangan nyata di sejumlah wilayah pedesaan. Tidak sedikit warga yang menempati rumah dengan kondisi bangunan rapuh, atap bocor, dinding tidak permanen, hingga lantai yang belum memadai.

Kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi penghuninya. 

Situasi inilah yang menjadi perhatian serius Pemerintah Desa (Pemdes) Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, dalam menjalankan program pembangunan desa. 

Pemdes menilai bahwa hunian layak merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat, sehingga perlu mendapatkan perhatian meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

Kepala Desa Plosorejo Akhmad Muslih, melalui Sekretaris Desa Plosorejo Sukisnan, menjelaskan bahwa pada tahun terakhir, Desa Plosorejo belum memperoleh bantuan program bedah rumah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.

“Kalau tahun kemarin memang dari kabupaten tidak ada bantuan bedah rumah. Dulu pernah mendapatkan, tetapi untuk tahun terakhir ini belum ada,” ungkap Sukisnan saat diwawancarai, ditulis Senin (9/2/2026). 

Kendati demikian, Pemdes Plosorejo tidak ingin hanya bergantung pada bantuan dari pemerintah di atasnya. Desa memilih untuk tetap bergerak dan mengambil langkah konkret demi membantu warga yang membutuhkan.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemdes Plosorejo mengalokasikan Dana Desa untuk melaksanakan program bedah rumah secara mandiri. Anggaran tersebut difokuskan untuk membantu warga yang benar-benar berada dalam kondisi rumah tidak layak huni.

“Untuk tahun ini, desa menganggarkan sendiri dari Dana Desa untuk bedah rumah tiga warga,” jelas Sukisnan.

Sate Pak Rizki

Ia menambahkan bahwa penentuan penerima bantuan dilakukan melalui proses musyawarah desa, dengan melibatkan perangkat desa dan mempertimbangkan data kondisi sosial ekonomi warga.

Penilaian juga didasarkan pada tingkat kerusakan rumah, keamanan bangunan, serta kemampuan ekonomi pemilik rumah.

“Yang dibantu benar-benar rumahnya tidak layak huni dan warganya memang membutuhkan,” tegasnya.

Program bedah rumah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan rasa aman bagi warga penerima manfaat.

Pemdes Plosorejo berharap, dengan adanya hunian yang lebih layak, warga dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih sehat dan produktif.

Ke depan, Pemdes Plosorejo juga berharap agar program bedah rumah mendapatkan dukungan dari Pemkab Blora, sehingga cakupan bantuan dapat diperluas dan lebih banyak warga yang merasakan manfaatnya.