Lima Puluh Kota, MEMANGGIL.CO — SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh resmi memulai rangkaian Pesantren Ramadhan yang akan berlangsung selama kurang lebih tiga pekan. Namun tahun ini, kegiatan tersebut tidak hanya diposisikan sebagai agenda rutin, melainkan sebagai sistem pembinaan karakter berbasis evaluasi ibadah dan kedisiplinan siswa.

Kepala SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh, Firdaus Delfi Andi Kadona, M.Pd, dalam pembukaan kegiatan menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi momentum perubahan perilaku nyata, bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ini momentum memperbaiki tingkah laku, menjaga ucapan, meningkatkan disiplin, serta membangun budaya saling memaafkan,” tegasnya di hadapan peserta.

Selama tiga pekan ke depan, ratusan siswa akan mengikuti pola pembinaan terstruktur. Tidak hanya tilawah dan ceramah, tetapi juga setoran hafalan, infak terbaik, pengecekan jurnal ibadah harian, hingga diskusi kelompok terarah yang dipantau langsung oleh pembimbing.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menyebut, seluruh aktivitas dirancang terukur agar dampaknya tidak berhenti saat Ramadan usai.

“Kami ingin ada perubahan kebiasaan. Disiplin waktu, tanggung jawab, serta konsistensi ibadah harus terbentuk. Ini bukan kegiatan seremonial,” ujarnya.

Sate Pak Rizki

Untuk memperkuat kualitas materi, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Ustadz Akhlakul Imam, motivator hafizh 30 juz, Ustadz Safrijon, MA selaku Ketua IKADI, Ustadz Tasman Firdaus dari Cabdin Wilayah IV, Ustadz Gerhana da’i Kabupaten Lima Puluh Kota, serta sejumlah ustadz lainnya.

Kehadiran para dai lintas latar belakang tersebut diharapkan memberi perspektif luas kepada siswa, mulai dari penguatan hafalan, motivasi spiritual, hingga implementasi akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua pelaksana kegiatan menekankan pentingnya komitmen bersama. Ketepatan waktu, kehadiran penuh, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi indikator keberhasilan program.

Dengan skema pembinaan intensif dan pengawasan terukur, Pesantren Ramadhan SMAN 1 Kecamatan Payakumbuh diarahkan menjadi laboratorium pembentukan karakter religius siswa. Sekolah menargetkan, setelah tiga pekan, tidak hanya nilai spiritual meningkat, tetapi juga kedisiplinan dan etika sosial peserta didik semakin kuat.