Rembang, MEMANGGIL.CO - Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah timur Kabupaten Rembang kian menguat setelah mendapat dukungan dari Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto.
Dukungan tersebut disampaikan saat Edy menghadiri halal bihalal tenaga kesehatan di Gedung Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Rembang, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Edy, langkah yang diinisiasi Bupati Rembang Harno itu menjadi solusi konkret untuk mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah timur.
Selama ini, warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan layanan di RSUD dr R Soetrasno Rembang.
“Rencana pembangunan rumah sakit di wilayah timur ini sangat baik. Akses masyarakat ke layanan kesehatan harus didekatkan,” tegasnya.
Ia menilai, pemerataan layanan kesehatan masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Karena itu, Komisi IX DPR RI siap mendukung langkah pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan fasilitas kesehatan.
Tak hanya dukungan politik, Edy juga membuka peluang bantuan dari pemerintah pusat. Ia menyatakan siap menjembatani komunikasi dengan Kementerian Kesehatan agar proyek tersebut bisa mendapat dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kami dorong agar perencanaannya segera rampung. Nanti akan kami bantu komunikasikan ke pusat, siapa tahu bisa didukung APBN, baik untuk pembangunan maupun alat kesehatannya,” ujarnya.
Edy menambahkan, capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Rembang perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai.
“Kalau sudah UHC, idealnya masyarakat tidak perlu berobat ke luar daerah. Semua bisa dilayani di Rembang,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Rembang Harno sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan RSUD di wilayah timur. Pembebasan lahan direncanakan melalui APBD Perubahan 2026.
Pemkab juga tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai bagian dari tahapan perencanaan. Targetnya, pada akhir 2026 usulan pembangunan RSUD tersebut sudah dapat diajukan ke pemerintah pusat.
Adapun kebutuhan anggaran diperkirakan berkisar antara Rp50 miliar hingga Rp100 miliar, menyesuaikan dengan spesifikasi dan kapasitas layanan yang akan dibangun.